Polisi Periksa Enam Saksi Terkait Pengeroyokan Ketua MUI Pesawaran

Gedongtataan – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta kepada semua pihak untuk bisa menahan diri terkait peristiwa pengeroyokan terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesawaran Ustadz Endang Zainal Khaidir.

“Kepada keluarga saya minta untuk sabar dan kepada pihak-pihak terkait saya minta untuk bisa menahan diri dan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian,” pintanya, usai menjenguk Ustadz Endang Zainal Khaidir di RSUD Kabupaten Pesawaran, Senin (10/9).

“Atas kejadian ini saya juga, tentunya sangat menyayangkan adanya peristiwa pengeroyokan ini apalagi korbannya adalah merupakan salah satu simbol ulama yang ada di Kabupaten Pesawaran,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pengurus MUI Pesawaran Masa Khidmat 2018-2023 Dikukuhkan

Menurutnya, Ustadz Endang (sapaan akrabnya) saat ini tengah dilakukan perawatan intensif di RSUD Pesawaran.

“Tadi masih butuh perawatan intensif, karena memang ada luka memar disekitar kepala mungkin, saya juga minta kepada pihak Rumah Sakit untuk bisa memeriksa Ustadz Endang, seperti Rontgen agar bisa tahu seberapa jauh luka yang dialaminya,” ujarnya.

Terpisah Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi mengaku telah menerima laporan terkait aksi pengeroyokan tersebut dan segera akan menindaklanjuti kasus tersebut.

“Sudah ada laporannya, pasti akan kita tindaklanjuti,” akunya.

Ia pun menerangkan bahwa polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Baca Juga:  Pengurus MUI Pesawaran Masa Khidmat 2018-2023 Dikukuhkan

“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi yang ada di TKP untuk penyelidikan kasus ini,” terangnya.

Sementara itu, Ustadz Endang menuturkan bahwa, aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh oknum P yang diduga sebagai anggota TTKDH Provinsi Lampung dan HN disinyalir merupakan  salah satu Bacaleg PKB untuk DPRD Kabupaten Pesawaran.

“Saya memang tahu kenal dengan kedua orang itu, tapi tidak kenal terlalu akrab,” tuturnya.

Ia pun memaparkan peristiwa pengeroyokan itu terjadi seperti sudah direncanakan.

“Selesai mengisi tausiyah pada acara pernikahan di Desa Ketapang, Kecamatan Teluk Pandan, saya langsung dibawa oleh pelaku P kedalam rumah warga yang jaraknya mungkin hanya berjarak 100 meter dari dimana saya memberi tausiyah,” paparnya.

Baca Juga:  Pengurus MUI Pesawaran Masa Khidmat 2018-2023 Dikukuhkan

“Setelah masuk kedalam rumah, rupanya disitu sudah ada pelaku HN dan ramai orang disitulah saya ditantang berkelahi dan dipukul pada bagian kepala, tapi tidak ada satupun orang yang berupaya melerai padahal disitu ramai sekali,” timpalnya.

Kendati demikian, kata dia, sampai saat ini dirinya tidak mengetahui pasti penyebab dari pengeroyokan tersebut.

“Tapi yang saya dengar itu, mereka minta saya untuk mundur dari jabatan saya sebagai Ketua MUI Kabupaten Pesawaran,” katanya. (MH/PS)

MUI Pesawaran

Posting Terkait