Polisi Segera Periksa Dokter RS Asy Syfa

Septina didampinggi suaminya, menjadi korban dugaan kelalaian pihak Dr. RS. Asy Syfa TBB, setelah ditemukannya kain kasa dalam Rongga Rahim pasca operasi sesar.

MENGGALA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulangbawang (Tuba) akan melakukan pemeriksaan terhadap dokter AR petugas medis Rumah Sakit (RS) Asy Syfa Tulangbawang Barat (Tubaba), Kamis (27/06) mendatang.

Pemanggilan terhadap Dr. AR merupakan awal dimulainya penyelidikan terkait adanya kecerobohan oknum dokter saat melakukan operasi sesar /melahirkan terhadap korban Septina (25) warga tiyuh Panaragan kecamatan tulangbawang tengan kabupaten tulangbawang barat.

Pasca operasi Septina mengalami gangguan kesehatan yang tak kunjung sembuh, seperti rasa sakit dalam perut dan kemaluan, nifas tak kunjung reda selama 85 hari, serta keluar cairan berbau tak sedap dari kemaluan korban,saat dilakukan pemeriksaan IVA ditemukan kain kasa dari dalam rahim korban sehingga persoalan tersebut dilaporkan ke mapolres tulangbawang.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Tuba, Ipda Jefry Saifullah,menjelaskan terkait laporan tersebut  jika pihaknya telah mengagendakan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yakni Dr. AR dan seorang Bidan.

“Mereka berdua adalah dokter dan Bidan RS. Asy Syfa yang menagani persalinan pelapor sewaktu melahirkan,jadi pemanggilan sebagai saksi Sudah kita jadwalkan Kamis besok pemeriksaan keduanya akan dimulai,”tegasnya, Selasa (25/06).

Baca Juga:  Hasil Investigas RS Asy Syifa Tidak Dipublikasikan

Menurutnya, pemeriksaan ini merupakan langkah awal pengusutan kasus dugaan malpraktik oknum dokter kandungan di RS Asy Syifa Tubaba.

“Ini laporan resmi dari korban, jadi kami akan berupaya,maksimal untuk mengungkap kebenarannya,semua yang berkaitan jika diperlukan akan kami lakukan pemanggilan,bahkan jika diperlukan kami akan memanggil atau menghadirkan saksi ahli,sabar ini baru dimulai kami Polisi akan bekerja keras mengumpulkan semua bukti-bukti,”paparnya.

Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat melaporkan pihak menajemen Rumah Sakit Asy Syfa Dayamurni, Tulangbawang Barat ke pihak berwajib.

Pasalnya Septina menduga telah menjadi korban malpraktek oknum dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut,lantaran pada saat pemeriksaan dari dalam rahim korban ditemukan kain yang diduga tertinggal pada saat operasi cesar.

Menurut Suami korban Ferdi Irwanda menjelaskan kejadian tersebut bermula pada saat dirinya membawa sang istri untuk melakukan cek up kesehatan di klinik Poned kampung Panaragan Jaya kecamatan tulangbawang tengan kabupaten TBB pada 20/06.

“Sejak melahirkan melalui operasi Cesar di RS Asy Syfa pada 27 maret lalu istri saya selalu terus menerus keluhkan rasa sakit-sakit pada bagian dalam perut kemudian mulai nifas, atau seperti cairan berbau busuk menyengat keluar dari bagian organ vital semakin hari rasa sakit beserta cairan busuk semakin parah mengakibatkan panas atau demam tinggi bahkan istri saya sampai keluar air mata, “urainya.

Baca Juga:  Hasil Investigas RS Asy Syifa Tidak Dipublikasikan

Diungkapkan Ferdi, setelah berada di klinik Poned untuk memeriksa kesehatan istrinya para petugas Medis dikejutkan oleh adanya sebuah benda asing yang ditemukan dalam rahim korban.

Pada saat itu juga jelas Ferdi, petugas medis langsung mengambil tindakan dan berhasil mengeluarkan benda yang teryata sebuah kain kasa.

“Saya kaget melihat Kain kasa yang sudah berwarna kehijauan dan berbau busuk menyengat diduga kain kasa itu tertinggal pada saat operasi cesar di RS Asy Syfa,artinya ada kelalaian pihak oknum dokter pada saat melakukan operasi terhadap istri saya, “tandasnya.

Oleh sebab itu aku Ferdi pada hari tersebut dirinya bersama istri dan keluarga mendatanggi Polres Tulangbawang melaporkan kelalaian oknum tenaga medis RS Asy Syfa.

“Hari ini juga persoalan ini saya laporkan ke Polisi walaupun kain kasa sudah dikeluarkan namun saya takut kedepanya akan mempergaruhi kesehatan istri saya, oke saat ini baik-baik saja tapi kita tidak tahu kedepannya bisa saja berpengaruh terhadap rahim inikan bahaya, “ucapnya.

Baca Juga:  Hasil Investigas RS Asy Syifa Tidak Dipublikasikan

Menurut laki-laki yang berprofesi sebagai jurnalis di Surat Kabar Harian Lampung Post , kejadian yang menimpa istrinya menjadi sebuah presedent buruk dalam pelayanan kesehatan. Sebab kejadian itu, sebuah kesalahan fatal yang dapat merenggut korban jiwa orang lain.

“Kami memilih menempuh jalur hukum karena kami merasa rumah sakit Asy Syfa bekerja tidak profesional dan penuh kehati-hatian dalam memberikan pelayanan. Kami tidak mau kejadian serupa terulang kembali,” kata dia.

Dia berharap aparat kepolisian dapat segera menindak lanjuti laporannya, dan segera memproses para pelaku yang dinilai lalai dan ceroboh dalam memberikan pelayanan terhadap istrinya.

“Saya berharap polisi segera memeriksa oknum dokter yang menangi istrinya saya ketika Caesar. Kok bisa kain kasa itu tinggal di dalam perut, kan aneh. Apa iya bisa masuk sendiri, kan enggak mungkin. Sebab ini menyangkut soal nyawa manusia. Nyawa seekor hewan saja kita jaga apalagi ini menyangkut nyawa manusia. Ini menjadi sejarah buruk pelayanan kesehatan  rumah sakit Asy Syfa,” pungkasnya. (MURNI)

malapraktik RS Asy Syfa Tubaba Satreskrim Polres Tuba

Posting Terkait