Polisi Selidiki Kasus Illegal Logging Kawasan Tahura Register 19

Ilustrasi (Ist)

GEDONGTATAAN—Santernya pemberitaan ilegal logging, Polres Pesawaran siap meindaklanjuti dan memproses kasus pembalakan liar (Illegal logging) yang kerap terjadi di Kawasan Taman Hutan Rakyat Wan Abdurrahman (Tahura) Register 19 Resort Waylima dan Gedongtataan.

“Kita akan tindaklanjuti dan kembangkan kasus ilegal logging yang kerap terjadi belakangan ini,” kata Kapolres Pesawaran,  AKBP M Syarhan,  Selasa (12/9).

Dikatakan dia,  pada kasus tersebut, pihaknya sudah mengamankan tujuh orang pelaku berikut barang bukti yang disita dari lokasi penangkapan di Talangbetuah, kasawan Tahura War Register 19.”Barang bukti yang diamankan diantaranya 4 unit senso, 3 unit motor, tujuh orang pelaku dan kayu sonokeling yang masih dalam proses pengeluaran dari tkp,” jelas dia.

Baca Juga:  Pelaku Illegal Logging Hutan Register 28 Diamankan

Para pelaku,  jelas Kapolres,  diancam dengan Pasal 83 ayat (1) huruf B, Jo pasal 12 huruf E, dan atau pasal 88 ayat (1) huruf A, Jo Pasal 16 Undang-Undang No.18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. ”Pelaku, diancam dengan pasal perusakan hutan,  dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.” jelasnya.

Baca Juga:  Polisi Serius Ungkap Kasus Illegal Logging

Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Pesawaran, Erlan Sofandi meminta pihak Polres segera menindaklanjuti dan memproses kasus pembalakan liar,  yang mana sudah meresahkan masyarakat.

“Banyak warga yang terkena dampak pembalakan liar itu,  jadi saya selaku warga Pesawaran siap dukung terus upaya Polres mengungkap para pelaku pembalakan liar sampai ke akarnya, jangan tebang pilih, karena saya mendapat informasi ada oknum TNI yang diamankan institusinya terkait kasus ini (illegal logging),” terang dia.  (MH/PS)

Baca Juga:  Kasus Ilegal Logging Libatkan Oknum TNI

Illegal Logging Register 19 Tahura

Posting Terkait