Polisi Tembak Begal Tuai Pro & Kontra

Foto: Tommy Saputra

BANDARLAMPUNG – Sebuah video amatir berdurasi 32 detik yang memuat sebuah adegan penembakan yang diduga dilakukan salah satu anggota Satreskrim Polres Lampung Timur kepada pelaku pencurian sepeda motor.

Adegan dalam video tersebut menuai pro dan kontra dari masyarakat setelah  tersebar di media sosial.

Pada video amatir yang merekam aksi salah satu anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Timur yang sedang meringkus seorang pelaku pencurian sepeda motor di Kecamatan Marga Tiga. Dalam video yang bedurasi 32 detik terlihat polisi dibantu warga saat membekuk pelaku.

Polisi menembak kaki kanan pelaku lantaran pelaku berusaha melawan dengan berupaya menodongkan senjata api ke arah petugas. Dibantu warga upaya perlawanan tersebut berhasil digagalkan.

Pelaku diketahui berinisial YS, warga salah satu desa di Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.

“Dia ditangkap atas dugaan  melakukan mencuri sepeda motor pada sebuah minimarket di Kecamatan Sekampung. Aksinya ketika itu berhasil  terekam cctv dan sempat dipergoki warga yang langsung menghubungi aparat kepolisian dan langsung dilakukan pengejaran hingga berhasil ditangkap di Kecamatan Margatiga, sedangkan satu rekannya  melarikan diri,” ungkap saksi, Wayan Lola.

Video itupun beredar luas di media  sosial dan menghebohkan warga Lampung Timur lantaran adanya aksi penembakan yang dilakukan polisi kepada pelaku tersebut, pelaku ditembak dari jarak dekat oleh petugas. Aksi penembakan tersebut menimbulkan reaksi pro – kontra dari masyarakat.

Akibat aksi penembakan tersebut, anggota polisi yang disinyalir berinisial PU berpangkat Brigadir Kepala tersebut kini diperiksa Tim Propam Polda Lampung karena diduga aksinya telah menyalahi kode etik kepolisian.

Sementara, saat dimintai keterangan terkait video tersebut, hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk dari operasi yang ditingkatkan demi menjaga keamanan dalam operasi sikat krakatau 2019.

Dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah sepeda motor milik pelaku, 1 pucuk senjata api rakitan dan dua buah selongsong peluru yang sempat ditembakkan pelaku ke arah polisi dan warga. Kasus ini masih dalam penyidikan Tim Propam Polda Lampung, jika terbukti melanggar kode etik, Bripka PU akan dikenakan sanksi.(TS)

Posting Terkait