Polisi Tetapkan SF Tersangka Pungli

Ilustrasi (ist)

KOTAAGUNG– Dalam pengungkapan kasus penyelewengan Dana Desa yang membelit Bendahara Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pugung, Satreskrim Polres Tanggamus berhasil mencegah kebocoran uang negara sebesar Rp62.500.000. SF (39) yang juga menjabat sebagai Kepala Pekon Binjaiwangi itu, kini ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili dalam ekspos, Senin (21/8) sore menerangkan, pengungkapan penyalahgunaan Dana Desa di wilayah Pugung tersebut, bisa dikatakan hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang paling menonjol sampai saat ini bagi Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang diketuai Wakapolres Tanggamus Kompol M. Budhi Setyadi. Jumlah kebocoran uang negara yang berhasil diselamatkan pun jelas, yaitu Rp62.500.000.

APDESI Kecamatan Pugung sendiri, kata Alfis, membawahi 27 pekon. Sementara pada saat Wakapolres bersama Tim Saber Pungli melakukan OTT di rumah SF pada Jumat (18/8) pukul 14.00 Wib, tersangka baru berhasil mengumpulkan potongan Dana Desa dari 8 pekon. Artinya belum semua pekon ditarik.

“Tersangka mengakui, besaran potongan (Dana Desa) adalah Rp7,5 juta per pekon. Jika sampai tersangka berhasil mengumpulkan potongan (Dana Desa) dari 27 pekon dikali Rp7,5 juta, ‘kebocoran’ uang negara bisa mencapai ratusan juta rupiah,” ujar kapolres, didampingi Wakapolres Kompol M. Budhi Setyadi dan Kasatreskrim AKP Hendra Saputra serta Kanit Tipikor Ipda. Ramon Zamora.

Baca Juga:  3 Pengurus Apdesi Pugung Jadi Terdakwa Gegara Pungli

Keterangan SF, tambah Kapolres, potongan Dana Desa sebesar Rp7,5 juta/pekon itu dikumpulkan dan akan digunakan untuk ‘dana keamanan’. Termasuk untuk mengamankan polisi dan jaksa. Kontan keterangan yang terlontar dari mulut ibu tiga anak itu pada Tim Penyidik Unit Tipikor, membuat Alfis geram.

“Selain menggerogoti uang negara, tersangka ini sudah mencoreng nama institusi Polri dengan mencatut nama kepolisian. Tentu hal ini sangat menodai integritas Polri di Tanggamus. Makanya untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri, kami melakukan upaya OTT ini. Sampai saat ini, kami sudah memeriksa 10 orak saksi. Di antaranya para Sekretaris APDESI Kecamatan Pugung,” ungkap Alfis seraya menegaskan bahwa Polri sudah punya anggaran sendiri untuk melakukan pengamanan dan pengawasan realisasi Dana Desa.

Kepala pekon di Tanggamus terlilit hukum lantaran diduga ‘bermain-main’ dengan Dana Desa. Oknum kepala pekon di Kecamatan Pugung tersebut diamankan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Tanggamus melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (18/8) sore.

Baca Juga:  Diduga Pungli, Camat Adiluih Buang Badan

Selain sebagai kepala pekon, ibu tiga anak itu juga menjabat sebagai Bendahara Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pugung sejak 2016 silam. Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Hendra Saputra menerangkan, OTT terhadap SF berdasarkan informasi dari masyarakat dan beberapa kepala pekon di Kecamatan Pugung yang sudah menjadi korban.

“Setelah kami rasa cukup pengumpulan informasinya, Tim Saber Pungli Tanggamus yang langsung dipimpin Pak Wakapolres Kompol M. Budhi Setyadi selaku Ketua Tim, lalu saya sendiri serta Kanit Tipikor Ipda. Ramon Zamora dibantu beberapa personel langsung bergerak melaksanakan OTT pada Jumat (18/8) sekitar pukul 14.00 WIB di rumah SF,” ujar Hendra Saputra pada Minggu (20/8) sore.

Kanit Tipikor Ipda. Ramon Zamora memaparkan, pihaknya masih terus mendalami pemeriksaan terhadap SF pada dugaan praktik pungli pencairan tahap pertama Dana Desa 2017 ini. Selain melibatkan oknum kepala pekon, polisi juga mensiyalir bahwa dugaan pungli ini berkaitan dengan organisasi yang lebih besar yaitu APDESI tingkat kecamatan.

“SF berperan sebagai ‘pengepul’ (kolektor) potongan Dana Desa yang dia tarik dari para kepala pekon di bawah APDESI Kecamatan Pugung. Besarnya potongan (Dana Desa) yang ditarik SF‎ adalah Rp7,5 juta/pekon. Di Kecamatan Pugung sendiri, totalnya ada 27 pekon yang dinaungi APDESI setempat,” beber Ramon.

Baca Juga:  Polda Lampung Intensif Berantas Pungli

Hasil OTT Tim Saber Pungli Tanggamus yang dipimpin langsung Wakapolres Kompol M. Budhi Setyadi, sangat berpeluang memunculkan nama-nama baru yang bisa terseret menjadi tersangka. Meskipun sekarang Polres Tanggamus sudah berhasil mengamankan SF. Wanita yang merupakan kepala pekon sekaligus Bendahara APDESI Kecamatan Pugung itu berperan sebagai kolektor dana pungli.

Peluang itupun dibenarkan oleh Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili. Sebab menurutnya jika dirunut, dalam kepengurusan APDESI Kecamatan Pugung, posisi SF hanya sebagai Bendahara. Lalu dalam perkara dugaan pungli ini, dia berperan sebagai kolektor. Artinya, di atas posisi SF, masih ada beberapa jabatan inti lainnya, yaitu Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris APDESI Kecamatan Pugung.

“Sampai sejauh ini, SF mengaku peranannya hanya sebagai kolektor. Artinya, masih ada pertanyaan: siapa aktor intelektual yang merencanakan pungli dan hasil pungli ini mengalir ke mana saja. Jadi ya sangat ada kemungkinan, akan muncul nama-nama baru yang bisa menjadi tersangka, selain SF. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan ya,” tandasnya. (SB/CD)

Pungli

Posting Terkait