Polres Lampung Tengah Bongkar Mafia Pengoplos BBM

Foto: Ist

LAMPUNG TENGAH – MAFIA pengoplos Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kampung Sendangagung Kecamatam Bandarmataram, Lampung Tengah (Lamteng) berhasil diamankan jajaran Polres Lamteng, Senin (19/3/2018).

Informasi yang didapat di lapangan, hasil pengoplosan tersebut beromset Rp 25 juta perbulan.

Dalam keteranganya di Mapolres Lamteng, tersangka (RD), megakui bisnis yang dilakukanya tersebut, sudah berjalan selama enam sampai tujuh bulan.

Beda halnya pengakuanya dengan Kapolres Lamteng AKBP Slamet Wahyudi, bahwa ia sudah tahunan melakoni bisnis tersebut.

“Bisnis yang dilakukan tersangka RD diketahui sudah berjalan tahunan,” demikian kata Kapolres.

Dimana hal ini diperkuat dari keterangan warga setempat, Raja, mengatakan bahwa gudang yang digunakan tersangka RD untuk menimbun BBM sudah ada sejak empat tahun.

Baca Juga:  DPO Penggelapan Mobil Diciduk di Gunungsugih

“Tempat ini sudah ada sejak empat tahun lalu mas, tapi warga tidak ada yang berani melapor, karena keamananya super ketat,” ucap Raja warga Sendangagung.

Dalam prakteknya, tersangka RD melakukan pengoplosan dengan cara mencampur BBM jenis premium yang dibelinya dari Pertamina, yang kemudian dicampur dengan bahan minyak mentah yang didapatnya dari Palembang, dengan persatu drum dibeli dengan harga Rp1.250.000.

Ia mengakui bahwa dalam praktek mencampur BBM dan minyak mentah hanya mengunakan alat berupa ember, yang kemudian bahan dikemas dan siap diedarkan.

“Tidak ada alat khusus untuk mengoplos BBM dengan minyak mentah, kita campur begitu saja, kemudian kita kemas,” akunya.

Baca Juga:  Polres Lampung Tengah Ringkus Pengedar Sabu

Ditanya zat pewarna untuk mengoplos, tersangka mengakui bahwa zat pewarna dibelinya dari Tanjung Karang.

Untuk mendapatkan warna jenis BBM Pertamax tersangka menggunakan gelas yang diberi bubuk pewarna yang kemudian dicampurkan kedalam BBM.

“Untuk harga jual, per jerigen berisi 35 liter kita jual ke pengecer dengan harga Rp240.000-Rp 245.000. Proses pengopolosan, perbandingan 400 L bensin dengan 600 L minyak mentah,” terangnya.

Kapolres Lamteng AKBP Slamet Wahyudi, diwakili Kasatreskrim AKP Resky Maulana, mengatakan bahwa dalam penangkapan tersangka RD bersama tiga tersangka lainya AE, LS, dan EA, kempatnya akan dikenakan Pasal 53, huruf a,b, c, dan d, terkait pengolahan pengangkutan niaga penyimpanan.

“Yang paling berat di Pasal 53, dengan ancaman lima tahun penjara, kalau yang lain penyimpanan tanpa izin, angkutan tanpa izin, niaga tanpa izin ancaman tiga tahun. Tapi untuk membuktikan ini minyak oplosan, kita masih harus ke lab.  Kita akan koordinasi dengan Pertamina, dan ahli di BPH Migas. Terkait perizinan jelas tidak ada dengan SIUP, SITU TDP, izin dari Migas,” terangnya.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Lamteng Ciduk Bandar Narkoba

Terkait amunisi, senjata tidak ada, hanya ditemukan amunisi jenis kaliber sembilan mili dan kaliber 338.

“Sembilan milinya satu pak penuh 50 butir peluru, kaliber 38 sebanyak 20 butir peluru. Dan masih diselidiki yang jelas dalam pasal satu pekunya. Narkoba kita tes urin dan positif. Pekerja dan lain lain,” pungkasnya. (JJ)

Mafia Pengoplos BBM Polres Lampung Tengah

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan