PPRL Aksi Solidaritas untuk Petani Kendeng

Aksi Solidaritas Massa Pusat Perjuangan Rakyat Lampung untuk Petani Kendeng 

BANDARLAMPUNG, FS – Massa yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) menggelar aksi pasung kaki dengan semen sebagai bentuk solidaritas menolak berdirinya pabrik semen yang ada di Kendeng Pati Jawa Tengah di Bundaran Adipura Bandar Lampung, Kamis (23/3).
“Perjuangan petani di Kendeng, bukan hanya perjuangan di Jawa Tengah saja, tretapi menjadi perjuangan yang telah disuarakan masyarakat seluruh rakyat Indonesia,” kata Koordinator lapangan Reynaldo Sitanggang, Kamis, (23/3).
Dalam orasinya, ia menilai bahwa rezim pemerintahan Joko Widodo – Yusuf Kalla telah gagal dalam mensejahterakan rakyat setelah pemerintah Pemprov  Jawa tengah yang dinilai lebih mementingkan kaum pemodal.
“Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah dan pemerintah pusat, serta aktivis politik yang tidak memperjuangkan hak rakyat Kendeng. Kami dengan tegas mendukung perjuangan para petani Kendeng yang menolak pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia dan ikut serta memasung kaki kami dengan semen sebagai bukti solidaritas rakyat Lampung untuk petani Kendeng,” ungkapnya.
Semestinya pemerintah pusat maupun daerah dapat mematuhi putusan dari mahkamah Agung yang merupakan salah bentuk upaya hukum tertinggi dalam proses peradilan umum yang sudah dilakukan para petani Kendeng kepada pihak tergugat (pemprov Jateng) untuk mencabut izin usaha PT Semen Indonesia.
“ Kalau kemarin namanya PT Semen Gresik dan hari ini terbitnya Sk baru dengan nama berbeda, yakni PT Semen Indonesia. Ini kami nilai merupakan satu bentuk esensi yang sama bentuk akal-akalan pemerintah pusat dan provinsi untuk mengeksploitasi kekayaan alam Kendeng lestari ,” ucapnya.
Jika upaya orasi yang dilakukan elemen masyarakat sebagai bentuk dukungan kepada petani Kendel tidak didengar oleh pemerintah pusat maupun provinsi, maka dikhawatirkan masalah ini akan merambah ke daerah di seluruh Indonesia.
“Permasalahan Kendeng ini salah satu kekayaan alam yang dikuasai oleh kaum pemodal dan tidak menutup kemungkinan Lampung akan mengalaminya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh saudara-saudara yang peduli kelestarian alam dan  lingkungan  untuk ikut serta dalam Aksi Solidaritas Petani kendeng menyuarakan dukungan penuh terhadap perlawanan yang dilakukan oleh warga pegunungan Kendeng dan sekitarnya,” katanya.
Ia berharap, Presiden Joko Widodo mencabut izin PT Semen Indonesia dan memastikan tidak ada pabrik atau tambang semen di Pegunungan Kendeng. Karena, sekitar 203.217 jiwa penduduk yang tinggal dalam tiga kecamatan di Pati Selatan menggantungkan hidupnya pada pegunungan Kendeng.
Misalnya saja, Di pegunungan tersebut terdapat 112 mata air yang menjadi sumber air bagi ribuan keluarga dan ribuan hektar sawah. Dengan adanya pabrik semen, disinyalir akan merusak daerah penyangga dan daerah resapan air tersebut.
“Menanggapi itu, kami menuntut beberapa hal, pertama, agar pemerintah pusat maupun daerah untuk menolak pembangunan dan pengoprasian PT. Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng. Kedua pemprov Jateng dapat mematuhi putusan MA No.99 PK/TUN/2016 tentang pencabutan izin lingkungan dan pengoperasian PT. Semen Indonesia. Ketiga, pemerintah pusat dapat mencabut SK Gubernur Jawa Tengah No. 660.1/30/2016 tentang izin lingkungan kegiatan penambangan bahan baku semen dan pembangunan serta pengoprasian PT. Semen Indonesia. Keempat. Wujudkan Reforma Agraria Sejati untuk memakmurkan seluruh rakyat Indonesia. Kelima, Bangun Persatuan Gerakan Rakyat untuk membentuk kekuatan politik alternatif,” pungkasnya. (TM)

123 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment