Presiden Jokowi Keluarkan Kebijakan Tentang Badan Pengelola Keuangan Haji

Jemaah Haji (ist)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengeluarkan kebijakan tentang Badan Pengelola Keuangan Haji. Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 110 Tahun 2017 tentang Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada 11 Desember 2017.

Melansir laman Sekretariat Kabinet dan liputan6.com, Selasa (201/2/2017), dikeluarkannya beleid ini, dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 28 ayat 4, Pasal 30 ayat 4, dan Pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.

Baca Juga: Gubernur Ridho Berharap Menteri Agama Dorong Lampung Jadi Embarkasi Haji Penuh

Pasal 37 Perpres ini menegaskan, Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2017 ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu 12 Desember 2017 oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly.

Perpres menyebutkan jika BPKH merupakan badan hukum publik berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. BPKH sebagaimana dimaksud pada ayat 1 bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri (yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama).

“BPKH sebagaimana dimaksud berkedudukan dan berkantor pusat di ibu kota negara Republik Indonesia, dapat memiliki kantor perwakilan di provinsi dan kantor cabang di kabupaten/kota,” bunyi Pasal 4 ayat 1 dan 2 Perpres.

Menurut Perpres ini, organ BPKH terdiri atas Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas. Ini paling sedikit terdiri atas 5 orang anggota yang berasal dari unsur profesional, yang diangkat dan diberhentikan Presiden.

Anggota Badan Pelaksana, menurut Perpres ini, diangkat untuk jangka waktu 5 tahun dan dapat diusulkan untuk diangkat kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya.

“Anggota Badan Pelaksana sebagaimana dimaksud dipilih oleh panitia seleksi yang dibentuk oleh Presiden,” bunyi Pasal 6 ayat 4 Perpres ini.

Adapun Dewan Pengawas, menurut Perpres ini, terdiri atas 7 orang anggota yang berasal dari unsur profesional. Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud terdiri atas 2 orang dari unsur pemerintah dan 5  orang dari unsur masyarakat.

Anggota Dewan Pengawas yang berasal dari unsur pemerintah terdiri atas, 1 orang dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan 1 orang dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan.

Sedangkan Anggota Dewan Pengawas yang berasal dari unsur masyarakat, menurut Perpres ini, dipilih panitia seleksi yang dibentuk oleh Presiden. (net/hp)

Badan Pengelola Keuangan Haji

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan