Presiden Minta Bupati Ikut Perbaiki Neraca Dagang

Foto: Istimewa

Tangerang – Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Asosiasi Pemerintah Bupati Seluruh Indonesia (Apkasi) ke XI di ICE BSD, Banten, Jumat (6/7/2018). Dalam pidatonya, Presiden meminta kepada seluruh bupati di Indonesia untuk ikut serta memperbaiki neraca perdagangan yang masih mengalami defisit. Defisit neraca dagang terjadi karena nilai ekspor masih kalah besar dengan impor.

“Kita masih memiliki PR besar,” kata Jokowi.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan para bupati, kata Jokowi adalah mempercepat proses perizinan usaha. selain mendatangkan investasi, proses perizinan yang cepat bisa mendorong kinerja ekspor nasional.

Baca Juga:  Presiden Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

“Kuncinya di situ, kecepatan, kecepatan bertindak melayani, mindset itu harus kita miliki sekarang ini tanpa itu jangan berbicara lagi mengenai daya saing. Ini lah yang ingin terus saya ingatkan agar pekerjaan besar yang dimiliki betul-betul bisa diselesaikan,” jelas dia.

Soal proses perizinan usaha yang cepat, pemerintah saat ini tengah memfinalisasi sistem perizinan online terintegrasi atau online single submission (OSS) yang dalam waktu dekat diluncurkan. Sistem ini akan terintegrasi antara pusat dengan daerah.

Baca Juga:  Bertemu Presiden Jokowi, Sri Mulyani dan Darmin Bahas APBN

Tugas besar pemerintah selanjutnya, kata Jokowi adalah menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka.

“Angka-angka seperti ini memang harus melihat angka seperti ini tapi ini masih pekerjaan kita bersama,” papar dia.

Oleh sebab itu, Mantan Wali Kota Solo ini mengajak semua bupati di Indonesia untuk menyelesaikan tugas besar pemerintah dengan upaya-upaya seperti mempercepat proses izin usaha, meningkatkan investasi dan ekspor.

Baca Juga:  Tak Pernah Terima Bantuan, Warga Pesawaran Akan Temui Jokowi

Bahkan, Jokowi meminta kepada bupati untuk tidak menutup mata jika ada investor yang mengajukan izin usaha dengan orientasi ekspor.

“Karena ini akan memperbaiki neraca perdagangan kita. Neraca perdagangan kita defisit lebih banyak impor ketimbang ekspor. ini yang harus diperbaiki secara bersama antara pusat dan daerah,” tutup dia, seperti yang dilansir dari detik.com. (net/hp)

Jokowi

Posting Terkait