Primadona Pemimpin

Ngupi Pai

Ngupi Pai

Pemilihan Umum (Pemilu)—biasa dikonotasikan dengan pemilihan presiden dan anggota legislatif tiap lima tahun sekali serta pemilu kepala daerah (Pilkada). Apapaun sebutannya, yang jelas itu adalah cikal–bakal demokrasi.

Tujuannya untuk mewujudkan kedaulatan rakyat sesuai konstitusi negara. Biasa disebut demokrasi. Warga negara berhak ikut mengambil keputusan dalam proses berbangsa dan bernegara.

“Maksudnya setiap individu berhak ikut dalam proses bernegara. Termasuk  pengambilan keputusan. Begitu Minak?” Tanya Saleh.

“Bisa iya, bisa juga tidak,” jawab Minak Tab.

“Lho?”

Karena sesuai konstitusi negara demokrasi kewenangan rakyat hanya pada penentuan siapa pemimpin dan wakil-wakilnya. Selebihnya rakyat tak lagi menjadi primadona dalam pengambilan berbagai kebijakan oleh pemerintah.

“Kenapa begitu? Pemimpin bisa menjabat karena kepercayaan rakyat pada mereka ketika pemilu atau pilkada. Bagaimana bisa tak lagi menjadi primadona dalam pengambilan keputusan,” cetus Saleh.

Sistem itu disebut perwakilan. Bila sudah menjabat cukup wakil-wakilnya saja yang mengambil kebijakan sekaligus menerapkannya. Dalam mengakomodir keinginan rakyat tetap ada, tapi tidak serta merta.

Biasanya ada waktu-waktu tertentu. Seperti masa reses, bagi kalangan legislatif. Analisa dan evaluasi sebutan bagi kalangan eksekutif. Itupun hanya berlaku bagi konstituennya saja.

“Lalu, bagaimana mana nasib masyarakat karena calon pemimpin atau wakilnya yang kalah dalam pemilu dan pilkada?”

“Wuih, kamu ini pura-pura atau ngetes saya. Kalau seperti itu terima nasib sebagai kalangan yang termarjinalkan. Jangan harap mendapat potongan kue dari berbagai program pembangunan yang ada,” ungkap Minak Tab.

“Ooo, pantas,”

“Pantas apa?” tanya Minak Tab.

“Itu lho, ada wilayah yang terus menerus miskin, warganya jadi santapan buaya karena tak ada jembatan, selalu banjir dan longsor saat musim penghujan, serta sawah puso karena kekeringan akibat tak ada irigasi”.

“Itulah sebabnya rakyat dituntut untuk jeli menentukan pilihannya. Tak perlu bagus, rapih, kelimis, bersih, atau bijaksana. Pilihlah di antara mereka yang paling populer dan memiliki kans terbesar untuk menang,” ungkap Minak Tab.(riko firmansyah)

645 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Primadona Pemimpin

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    • Oleh Supendi Kalau ditanya apa yang paling identik dengan

    • Oleh Riko Firmansyah SELAYAKNYA pemerintah membuka matanya bahwa mayoritas

    • Saleh menggambar kengeriannya soal ledakan arus mudik, tahun ini.

    Tinggalkan pesan