Pro-Kontra Vonis Bebas Zulkiran

Ilustrasi (Ist)

MENGGALA– Vonis bebas yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Menggala, Tulangbawang (Tuba) terhadap Zulkiran alias Zul, terdakwa narkoba dengan barang bukti 1,6 ton daun ganja kering, ternyata masih terus mengundang tanggapan dan kritikan pedas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zulkiran dijatuhi vonis bebas oleh majelis hakim yang diketuai Aria Verronica, S.H., M.H dengan hakim anggota Juanda Wijaya, S.H dan M. Juanda Parisi, S.H., M.H. Sementara Panitera Pengganti, Engli Thirta Satria, S.H., M.H. Menurut penjelasan Humas Pengadilan Negeri (PN) Menggala, Juanda Wijaya, S.H, dalam rilisnya Selasa (23/5) menjelaskan, vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada terdakwa juga berdasarkan pertimbangan fakta-fakta selama berlangsungnya persidangan.

Dimuka persidangan, saksi Hendri Apriliawan, S.H. (Polisi) dan saksi MS. Setiawan, S.H. (Polisi) menerangkan jika terdakwa adalah pemilik dari 1 (satu) unit mobil truk fuso warna kuning dengan nomor plat B 9552 WA yang di dalamnya terdapat kardus dan karung berisi Narkotika jenis Ganja seberat 1.663 (seribu enam ratus enam puluh tiga) kilogram dan terdakwa mengetahui mobilnya digunakan untuk mengirim ganja tersebut.

Namun keterangan kedua orang saksi tersebut (saksi Hendri Apriliawan, S.H. dan saksi MS. Setiawan, S.H.) diperoleh dari mendengar keterangan saksi Alfian, sedangkan saksi Alfian sendiri membantah jika terdakwa mengetahui pengiriman ganja tersebut (adapun terdakwa baru mengetahui jika mobilnya digunakan untuk mengangkut ganja setelah satu unit mobil truk fuso warna kuning dengan nomor plat B 9552 WA yang dikemudikan oleh saksi Alfian dan saksi Zulkifli ditangkap Polisi di depan Polres Tulangbawang.

Sedangkan saksi Zulkifli sendiri tidak mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan terdakwa, dikarenakan ia hanya diajak oleh saksi Alfian ketika bertemu di Medan. Maka dengan demikian saksi Hendri Apriliawan, S.H. dan saksi MS. Setiawan, S.H. dikategorikan sebagai testimonium di auditu dan tidak mempunyai kekuatan pembuktian di persidangan.

Maka menurut Majelis Hakim saksi-saksi yang dihadirkan telah berdiri sendiri sendiri dan tidak mendukung pembuktian atas perbuatan terdakwa sebagaimana dalam surat dakwaan Jaksa  Penuntut Umum (JPU).

Sementara terdakwa Zulkiran alias Zul Bin Ahmad Ibrahim telah membantah terhadap surat dakwaan Penuntut Umum, dikarenakan terdakwa sama sekali tidak mengetahui jika satu unit mobil truk fuso warna kuning dengan nomor plat B 9552 WA miliknya telah digunakan oleh saksi Alfian dan saksi Zulkifli untuk mengangkut ganja.

Bantahan terdakwa telah diperkuat dengan keterangan saksi Alfian Is dan saksi Zulkifli yang menerangkan bahwa terdakwa tidak mengetahui jika mobil milik terdakwa digunakan untuk mengangkut ganja, dikarenakan keberadaan mobil tersebut di tangan saksi Alfian adalah dengan sistem kontrak sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) setiap bulannya (ada ataupun tidak ada muatan).

Berdasarkan Pasal 183 KUHAP, Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya

Sementara berdasarkan Pasal 6 UU Nomor 49 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yaitu (1) tidak seorang pun dapat dihadapkan di depan pengadilan, kecuali undang-undang menentukan lain. (2) Tidak seorang pun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan karena alat pembuktian yang sah menurut undang-undang, mendapat keyakinan bahwa seseorang yang dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang didakwakan atas dirinya.

Dalam hal ini ada 3 (tiga) alat bukti dalam perkara Nomor 403/Pid.Sus/2016/PN.Mgl, yaitu keterangan Saksi, keterangan Ahli dan keterangan Terdakwa. Berdasarkan Pasal 185, yaitu (1) Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan. (2) Keterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak berlaku apabila disertai dengan suatu alat bukti yang sah lainnya.

(4)Keterangan beberapa saksi yang berdiri sendiri-sendiri tentang suatu kejadian atau keadaan dapat digunakan sebagai suatu alat bukti yang sah apabila keterangan saksi itu ada hubungannya satu dengan yang lain sedemikian rupa, sehingga dapat membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu. (5) Baik pendapat maupun rekaan, yang diperoleh dari hasil pemikiran saja, bukan merupakan keterangan ahli.

(6) Dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi, hakim harus dengan sungguh-sungguh memperhatikan: a. persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain; b. persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti lain; c. alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang tertentu; d. cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya dapat mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya; (7) Keterangan dari saksi yang tidak disumpah meskipun sesuai satu dengan yang lain, tidak merupakan alat bukti, namun apabila keterangan itu sesuai dengan keterangan dari saksi yang disumpah dapat dipergunakan sebagai tambahan alat bukti sah yang lain.

Sementara Zulkifli dan Alfian yang tampil sebagai saksi dalam persidangan untuk terdakwa Zulkiran, sudah ditetapkan sebagai terdakwa dalam perkara Nomor 402/Pid.Sus/2016/PN.Mgl. (HL)

Vonis Bebas

Posting Terkait