Produksi Melimpah Harga Cabai Jatuh

Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA – Kementerian Pertanian memperkirakan produksi cabai berlebih mulai Agustus sampai Oktober mendatang, sehingga memicu harga cabai turun di beberapa wilayah produksi.

Data Ditjen Hortikultura menunjukkan, produksi cabai besar pada Agustus sebesar 104.148 ton, sementara kebutuhan 95.328 ton. Begitu pula pada September, produksi sebesar 100.378 ton, sementara kebutuhan 91.469 ton. Sedangkan pada Oktober, produksi sebesar 100.373 ton, sementara kebutuhan 91.468 ton.

Produksi cabai rawit merah pada Agustus sebesar 81.864 ton, sementara kebutuhan sebesar 73.197 ton. Pada September, produksi diperkirakan sebesar 78.606 ton, sementara kebutuhan sebesar 69.615 ton. Kondisi berlebih masih berlangsung pada Oktober, yang mana produksi sebesar 77.983 ton, sedangkan kebutuhan 69.314 ton.

Direktur Jenderal Hortikultura Spudnik Sudjono mengatakan, pasokan yang berlebih karena masa panen dapat memicu turunnya harga cabai di beberapa wilayah, khususnya di Pulau Jawa.

Untuk itu, Kementerian Pertanian melakukan antisipasi agar turunnya harga cabai tidak berlanjut. Spudnik mengemukakan, pemerintah mendorong kemitraan petani dan industri untuk menyerap cabai yang berlebih.

“Selain dengan industri, juga kemitraan petani langsung ke konsumen melalui Toko Tani. Jadi cabai petani dibeli langsung dengan kontrak yang jelas,” kata dia dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pertanian, Rabu (23/8).(*)

 

127 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan