Proyek Alkes Dinkes Tuba Fiktif?

MENGGALA – Proyek pengadaan alat Kesehatan, Set Promosi Kesehatan senilai 200 juta di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulangbawang disinyalir fiktif.

Pasalnya tidak ada satupun pihak berkompeten dapat menunjukan bukti nyata fisik. Proyek yang bersumber anggaran DAK kesehatan tahun 2020 guna peruntukan pencegahan Covid-19, padahal anggaran telah di cairkan.

Mirisnya keterangan antara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Fatoni dan Kepala Bidang Promosi Kesehatan (Promkes) Salim bertolak belakang.

Menurut Kadinkes Tulangbawang Fatoni, mengaku jika dirinya tidak mengetahui dan memahami secara pasti bentuk fisik dari kegiatan Proyek pengadaan alat Kesehatan, set Promosi Kesehatan tersebut.

Baca Juga:  Dinkes Tulangbawang Dinilai Tak Serius Tekan Stunting

“Langsung saja ke Kabid Sarana dan Prasarana atau bisa ke AS soalnya mereka semua yang mengelola proyek itu saya ini tidak tau apa apa,yang saya ketahui proyek itu untuk pengadaan berbagai kebutuhan pencegahan penyebaran Covid 19, seperti Masker, Obat-obatan dan berbagai kebutuhan lainya terkait Covid-19,’Ujar fatoni.

Menurut Fatoni, swluruh barang-barang yang dibelikan dari proyek tersebut telah dibagikan dan disebarkan oleh pihaknya pada setiap puskesmas se-Tulangbawang.

“Sudah disebar, lebih jelas silahkan tanyakan langsung dengan Kabid Sarpras atau Kabid Promkes. Jika jawaban saya masih tidak memuaskan nanti saya kumpulkan semua Pegawai Dinkes biar pegawai saya yang jawab langsung,”imbuhnya sembari menggerutu.

Baca Juga:  Dinkes Tulangbawang Dinilai Tak Serius Tekan Stunting

Pada hari dan tempat berbeda Kabid Promkes,AS berkilah jika dirinya tidak sama sekali melaksanakan proyek pengadaan tersebut,karena bukan berada pada bidangnya melainkan berada pada bidang Sarpras.

“Tetapi ya sudahlah saya yang jelaskan apalagi perintah pak kadis, yang jelas semua barangnya ada. Bukan alat kebutuhan pencegahan Covid, melainkan bentuknya alat peraga Kesehatan seperti Boneka Karet, Ibu menyusui dan berbagai alat peraga Promosi kesehatan lainya dan barang-barangnya akan dibagikan pada setiap Puskesmas se-Tulangbawang,”bebernya.

Baca Juga:  Dinkes Tulangbawang Dinilai Tak Serius Tekan Stunting

Dikatakan As, jika Pengadaan senilai Rp.200,Juta tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan tahun anggaran 2020, yang dikelola langsung oleh Bidang Sarpras.

“Setahu saya yang mengerjakan memang perusahaan yang memiliki spesifikasi Alkes, lebih jelasnya tanyakan dengan Kabid Sarpras Solihin, anggaranya ada pada Bidang mereka (Sarpras) bidang Promkes hanya sebagai pengunanya saja,saya pernah tanya pada pak Solihin beliau mengatakan barang-barangnya ada digudang tapi belum saya cek,”Pungkasnya.(Murni)

Dinkes Tulangbawang

Posting Terkait