Proyek di Mesuji Dikerjakan Asal jadi, Diduga Milik Orang Dekat Bupati

Mesuji-Pengerjaan proyek hotmix peningkatan jalan Simpang Pematang-Brabasan diduga asal jadi. Pasalnya belum lama dikerjakan terlihat jalanan sudah kembali berlubang.

Proyek yang berasal dari ABD Mesuji yang merupakan Dana Bagi Hasil tersebut senilai Rp 3 Miliar lebih dan dikerjakan oleh rekanan PT Anugrah data, dari informasi yang berhasil di himpun, kuat dugaan proyek tersebut milik orang dekat Bupati Mesuji Saply.

Naim warga yang berada di sekitar lokasi proyek mengungkapkan, jika pengerjaan tersebut belum lama dan Ia mengaku heran dengan kualitas pekerjaan tersebut yang menurutnya cenderung asal jadi.

“Pengerjaan proyek baru selesai kok sudah rusak seharusnya hasilnya sangat maximal bukan sembarang kami masyarakat mesuji mintak pihak terkait berkerjalah profesional,”ungkapnya, Sabtu (27/2).

Terpisah Ketua DPRD Mesuji, Elfiana saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan jika proyek tersebut berasal dari dana DBH.

Sementara Ketua Pekat Ib Mesuji, Indra Prastiyansyah menyesalkan dengan kualitas pekerjaan yang dikerjakan oleh rekanan. Ia berpendapat ,Inspektorat dan Dinas PU setempat harus mengambil sikap terkait dugaan bobroknya pengerjaan tersebut.

“Kalau kualitas hasil Hotmix yang baru beberapa hari selesai sudah rusak harusnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan di panggil oleh inspektorat lalu di minta pertanggung jawaban  itu uang negara ada aturan yang mengatur jelas,”tegasnya.

Dia mengatakan, hal itu juga merupakan pekerjaan rumah bagi Wakil Bupati yang baru, Chandralela serta Bupati Saply agar untuk kedepan mampu menempatkan SDM yang di Dinas PU yang benar-benar mampu memahami pembangunan dan pembenahan infrastruktur.

“Sehingga nanti kadis Bina Marga tidak asal tunjuk atau asal memenangkan tender Pada rekanan yang kurang kompeten dalam pembangunan infrastruktur,”katanya.

 

Ia  berharap ,lanjut Indra” Dinas terkait meninjau kembali jalan hotmix yang sudah rusak dan terkesan asal jadi tersebut, bila tidak ada tindakan tegas dari dinas terkait terhadap rekanan yang kurang kompeten tersebut saya khawatir kedepan penkerjaan proyek pemerintah yang menggunakan anggaran APBD)APBN nanti nya akan semakin berantakan dan di anggap lumrah hal yang biasa oleh para rekanan atau kontraktor.

“Bila ini terus di diamkan oleh Bina Marga, dan Inspektorat cuma berpangku tangan, yang akan dirugikan sudah pasti masyarakat banyak Sebagai pengguna jalan. tutup Indra.

Posting Terkait