PT. Prabu Artha Makmur Mangkir Hearing, Dewan Ancam Putus Kontrak

Lokasi Pasar Smep Yang Akan Dibangun. Foto (Ist)
BANDARLAMPUNG, FS – Lantaran sudah dua kali mangkir dari panggilan Komisi II DPRD Bandarlampung, dalam agenda hearing pembahasan kelanjutan pembagunan Pasar Smep, PT.Prabu Arta Makmur terancam direkomedasikan putus kontrak.
Hal ini disampaikan oleh  Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung, Poltak Aritonang, di ruang kerjanya, Kamis (23/2). “Kami sangat kecewa, karena Direksi PT. Prabu Arta Makmur, tidak menghargai kami, sudah dua kali kami undang hearing, mereka tidak hadir tanpa ada alasan yang jelas,” Kata Poltak.
Politisi NasDem ini mengatakan bahwa, jika undangan hearing adalah sebagai tanggungjawab pihaknya, untuk mempertanyakan progres kelanjutan pembagunan pasar Smep yang sudah lama mangkrak. “Kita perlu kejelasan dong, rescedulnya bagaimana. DPRD perlu ada kejelasan kapan selesainya dan jangan begini-begini saja dan tidak ada kejelasan, Alay atau Ferry Sulistio direksi PT. Prabu Arta Makmur jangan hanya mengumbar-ngumbar janji doang, laksankan pembangunan pasar Smep,” jelasnya.
Sementara itu, Hal senadapun disampaikan oleh anggota Komisi II lainnya, Ernita  Siddik yang mengatakan bahwa bahwa para pedagang Pasar Smep butuh kepastian kapan pasar di bangun dan berapa lama penyelesaiannya. “Jagan hanya memberikan angin surga (Ansor) terus ke pedagang dan pemerintah, masak sudah 4 tahun bentuknya kubangan melulu, hanya tiang-tiang saja, ini apa kalau bukan mengelabuhi pedagang,” tegasnya.
Srikandi Partai Demokrat ini memaparkan, pihaknya memanggil hearing bukan untuk mencari-cari kesalahan. Namun ingin mengertahui jelas siteplane pembangunan pasar Smep. “Ini sudah dua kali kami panggil Alay mangkir. Dan kami tidak mau diwakilin, karena kami ingin tahu persis bagaimana kejelasannya. Kalau begini sudah melecehkan lembaga namanya, pembangunan Pasar Smep sudah bertahun-tahun terbengkalai,” Jelasnya.
Oleh karena itu, dengan sudah dua kali mangkir dari panggilan hearing komisi, pihaknya akan merekomendasikan pemutusan kontrak kerja dengan pemkot.
“Ya kita sudah sepakat akan kita rekom putus kontrak saja. Kita ini akan mencari solusi supaya pembanguna pasar itu bisa terus dilaksanakn, kita komisi II ini ingin  penyelesaian hajad hidup orang banyak,” terangnya.
Trerpisah, ketika dihubungi, Direksi PT Prabu Arta Makmur, Ferry Sulistio atau Alay mengatakan, jika pihaknya saat ini masih dalam masa pengeringan pasca melakukan pengecoran tiang-tiang. ” Itu kita bangun, kan baru selesai ngecor. Kalau abis ngecor begini butuh waktu sekitar 21 hari untuk pengeringan baru bisa mulai lagi kerja,” kata Alay.
Nah, persoalan jika dirinya tidak hadir hearing, karena surat komisi II ditujukan kepada Direktur PT. Prabu Arta Makmur, makanya yang datang adalah Sunarya. “Bukan tidak mau hadit tapi kan suratnya bukan ditujukan kepada Alay, kalau saya yang diudang pasti saya hadir,” ungkapnya.
Mulai lagi pembangunan, imbuhnya, diperkirakan 5 Maret. “Abis ngecor ini kita mulai lagi. Yang jelas kita terus kerja, soal komisi II nanti kalau saya yang diundang saya hadir,” pungkasnya. (ZN/TM)

263 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment