Puluhan Ribu Ton Padi Mesuji Diboyong ke Luar Provinsi

Mesuji-Puluhah ribu ton padi hasil panen petani Mesuji lebih banyak dibeli oleh tengkulak luar Provinsi Lampung seperti Sumatera Selatan.Harga beli gabah yang murah dengan harga sekitar Rp 4500/kg diduga menjadi ketertarikan Tengkulak luar daerah untuk memborong hasil panen petani.

Padahal pemerintah Kabupaten Mesuji sendiri dari Dinas Pertanian sudah banyak memberikan bantuan seperti traktor, kombet, pupuk dan juga bibit Padai pada masyarakat petani Mesuji.

Hal ini tentunya dari hasil Ekonomi Pertanian Pemerintah Kabupaten Mesuji diduga lalai dalam peningkatan pendapatan Daerah yang mana hal ini sangat menunjang pendapatan Daerah apa bila padi hasil panen petani Mesuji dapat di kelolah oleh pemerintah dan hasil petani tidah keluar lagi Kapupaten lain atau ke-Provinsi lain.

Kondisinya saat ini perjuangan pemerintah Kabupaten Mesuji diduga gagal dikarenakan tidak bisa memakmurkan petani serta tidak dapat mensukseskan pendapatan daerah Pemkab Mesuji dan tidak dapat mengelolah hasil petani itu sendiri bahkan juga tidak dapat memunculkan hasil petani Mesuji.

Salah satu warga bernama Jirin(45) mengatakan, sangat disayangkan belum ada penampungan padi dari pemerintah itu sendiri atau pengelolaan beras yang dilakukan pemerinta, coba kalau pemerintah dapat megelolah hasil petani padi sendiri di Mesuji tentunya ribuan ton padi tidak keluar tapi kalau pemerintah Mesuji bisa mengelolah hasil panen padi masyarakat tentunya dapat menjadikan petani Mesuji menjadi makmur dan dengan cara panen sendiri, kelolah sendiri seperti pemasaran sendiri maka kabupaten Mesuji mendapatkan hinkan pendapatan Kabupaten Mesuji, tuturnya.

Ketua Komisi A DPRD Mesuji Suyadi dari fraksi partai Gerindra mengatakan, “ya harus pemerintah sediri yang mengelolah hasil panen padi milik petani Mesuji, maka akan mulcul aikon beras Mesuji dan apa padi tersebut bisa dikelolah pemerintah Kabupaten Mesuji sendiri serta juga menghasilkan tambahan Pendapatan daera, paparnya, Kamis(22/10/2020).

Hal ini tentunya masih ditunggu-tunggu masyarakat petani, kapan Mesuji punya pengelolaan padi menjadi beras dan dapat memasarkan produk beras itu sendiri ke-pasaran Ekonomi Nasional. Agar pemerintah Kabupaten Mesuji dapat memikirkan perekonomian Kabupaten Mesuji lebih maju, lanjutnya ketika di konfirmasi di kediamannya.(Agus)

Posting Terkait