Pusat Apresiasi Pengelolaan Industri Provinsi Lampung

ist

BANDARLAMPUNG— Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi keberhasilan Provinsi Lampung sebagai daerah pertama di Indonesia yang memiliki Peraturan Daerah (Peda) tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP). Peraturan RPIP ini tertuang dalam Perda No.13 Tahun 2016.

“Provinsi Lampung juga berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonominya bahkan menjadi salah satu yang pertumbuhan ekonominya diatas pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Kemenperin, Gati Wibawaningsih mewakili Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. Dia membuka langsung Rakornas IKM yang diikuti 32 provinsi di Swissbell Hotel Bandarlampung, Senin (16/4).

Lampung juga mendapatkan apresiasi khusus dari Kementerian Perindustrian RI sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Program Penumbuhan dan Pengembangan IKM (Rakornas IKM) tahun anggaran 2019 mendatang.

Gati menilai, dengan adanya Perda tersebut, Lampung menjadi daerah rujukan utama bagi pemerintah baik provinsi maupun tingkat kabupaten/kota dalam penyusunan Perda RPIP.

Baca Juga:  Kemenperin Bakal Larang Impor Truk Bekas

Industri merupakan motor penggerak perekonomian nasional. Kementerian Perindustrian saat ini mengembangkan IKM yang memperkuat sinergi pemerintah daerah dan pusat. Misalnya dengan menyusun program yang akan dibahas pada Rakornas kali ini.

“Sebab, program pusat tidak akan sukses kalau tidak bersinergi dengan daerah,” kata dia.

Pemerintah pusat terus akan melakukan pendampingan dengan memberikan TPL (tenaga penyuluh lapangan) dan bekerjasama dengan akademisi, tenaga ahli, para peneliti, dan balai untuk meningkatkan daya saing para IKM.

“Tahun ini Kemenperin telah memberikan bantuan kemasan industri kepada 300 IKM se-Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia menetapkan 10 Prioritas Nasional untuk Making Indonesia 4.0. Salah satunya pemberdayaan UMKM dengan memberdayakan 3,7 juta UMKM melalui teknologi misalnya e-commerce UMKM, pendanaan teknologi.

Baca Juga:  Kemenperin Bakal Larang Impor Truk Bekas

“Kedepan UPT harus ditangani oleh orang-orang yang benar-benar kompeten di mana-mana UPT merupakan ujung tombak dari semua bantuan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Pjs Gubernur Lampung Didik Suprayitno yang diwakili oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat menyatakan, pembangunan Lampung pada tahun 2017 masih ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan.

“Sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan sebesar 6,18 persen,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Perindustrian Tonny OL Tobing mengatakan maksud dari Rakornas hari ini adalah untuk melaksanakan koordinasi, sinergi, serta sinkronisasi program kegiatan pusat dan daerah yang terdiri dari 34 provinsi seluruh indonesia dan 1 instansi dari BPIPI Sidoarjo Jawa Timur. Rakornas dimaksudkan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Kemenperin Bakal Larang Impor Truk Bekas

Pada tahun 2018, Dinas Perindustrian Provinsi Lampung sudah menganggarkan beberapa kegiatan, antara lain Bimtek IKM, Fasilitasi Uji Pasar Produk IKM, Pembinaan dan Rencana Industri Supervisi Penyusunan (RPIK), Pembangunan Indusri Menengah Kemitraaan antara Industri Kecil, dan Besar.

Sasaran dari Rarkonas ini adalah untuk menumbuh kembangkan industri kecil dan menengah di seluruh Indonesia dan menjadikan industri kecil dan menengah lebih tangguh mandiri dan berdaya saing di pasar dalam negeri maupun mancanegara. Rakornasi ini diselenggarakan selama empat hari mulai tanggal 16 sampai 19 April 218 di Swiss-bel Hotel Bandar Lampung.(*)

Dirjen Industri Kecil dan Menengah Gati Wibawaningsih Kemenperin Lampung pelopor perda industri Peraturan Daerah (Peda) tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Rakornas IKM Provinsi Lampung 2018

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan