Pusfasker Kemendagri Monev di YKWS

Istimewa

BANDARLAMPUNG – Pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan oleh Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) selama mendampingi dan mengadvokasi upaya pencapaian 100% universal akses sanitasi di kabupaten Pringsewu, mendapat apresiasi dari  Tim Monitoring dan Evaluasi TPOA (Tim Perijinan Organisasi Asing).

“Pembelajaran kabupaten Pringsewu dan YKWS dalam upaya percepatan pencapaian layanan dasar sanitasi harus disebarluaskan ke kabupaten lainnya, bahkan ke negara lain,” ungkap Rico Eric Estrada dari Pusfasker Kemendagri saat melakukan monev bersama Tim Monitoring dan Evaluasi TPOA  di Kantor YKWS, Bandarlampung, kemarin.

Baca Juga:  KPK Wanti-wanti Tuba & Mesuji 

Sementara itu, Rasyid Mamuddin, anggota Tim Monev dari Kemenlu, menjelaskan, bahwa kapasitas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal di Indonesia tidak kalah dengan LSM-LSM Internasional.

“Sehingga sudah saatnya LSM lokal juga bisa berkiprah di luar negeri, hanya keterbatasan akses pendanaan bagi LSM lokal yang terbatas yang masih menjadi masalah. Untuk itu SNV sebagai lembaga internasional harus mendorong dan memfasilitasinya,” harap Rasyid.

Baca Juga:  KPK Wanti-wanti Tuba & Mesuji 

Diketahui, Tim Monev TPOA yang terdiri dari perwakilan Pusat Fasilitasi Kerjasama Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jendral Bina Bangda Kemendagri, Biro KTLN Sekretariat Negara, Ditjen Multilateral Kementerian Luar Negeri, Direktorat Kamneg Baintelkam POLRI dan Direktorat 32 BIN, melakukan monitoring dan evaluasi pada lokasi kegiatan SNV development organization di Lampung.

Sejak tanggal 18 November lalu, telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota Bandarlampung, perwakilan kelompok pemuda, dilanjutkan pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Pringsewu dan perwakilan kelompok masyarakat dan diakhiri dengan pertemuan di kantor YKWS pada tanggal 20 November.

Baca Juga:  KPK Wanti-wanti Tuba & Mesuji 

Tujuan dari monev yang dilakukan oleh TPOA adalah untuk mengetahui perkembangan dan mendapatkan input bagi pelaksanaan  program SNV yang merupakan NGO international dari Belanda.(*)

Monev Pusfasker Kemendagri YKWS

Posting Terkait