Putusan Bebas Terdakwa Penipuan Tuai Kritik

MENGGALA.-Sim Salabim bukan sulap bukan sihir,Hakim Pengadilan Negeri Menggala Tulangbawang membebaskan If Terdakwa kasus Penipuan sebesar 300,Juta.

Tak pelak Vonis Bebas oleh tiga Hakim yakni DN,LO dan LI,terhadap terdakwa If menuai kritikan keras,bahkan cemoohan dari Pelapor PY,dan keluarga serta masyarakat.

Kritikan dilontarkan sebagai bentuk protes pelapor Py jika putusan hakim PN Menggala menjadi presiden buruk bagi pencari keadilan dan penegakan hukum.

Menurut Py vonis bebas yang dilakukan oleh hakim tidak memenuhi rasa keadilan bagi dirinya yang dirugikan akibat perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa

Dikatakan Py putusan pengadilam salah atau tidak terdakwa memang menjadi hak dan kewenangan Hakim,namun sebelumnya tentunya harus melalui pertimbangan dan melihat fakta nyata dalam persidangan,tampa ada pihak yang dirugikan.

Anehnya lagi lanjut Py,pada saat sidang putusan Ia sama sekali tidak mengetahui lantaran tidak ada pemberitahuan resmi dari lembaga terkait,malahan putusan Ia ketahui dari rekan media.

“If telah terbukti melakukan penipuan terhadap saya Senilai 300,Juta semua bukti dan saksi ada dan sudah saya serahkan kepada polisi pada saat laporan kenapa saya lapor karena tidak ada itikad baik dari If,malahan dia (If red) kabur,tapi anehnya setelah melalui persidangan terdakwa di vonis bebas oleh hakim,padahal terdakwa sudah menjadi tersangka dan dilakukan penahanan oleh polisi,”urainya.

Menurut Pelapor,putusan hakim PN Menggala membebaskan terdakwa menjadi sorotan publik, akan lemahnya penegakan hukum di pengadilan artinya putusan tersebut  memberikan penilaian negatif terhadap PN Menggala sendiri

“Masyarakat pasti bertanya-tanya masa ia ada hakim membebaskan terdakwa kasus penipuan,? Pertimbangan seperti apa?jangan-jangan ada main mata?,artinya jangan salahkan masyarakat jika nantinya akan banyak yang melakukan penipuan,karena nantinya dalam persidangan hakim akan membebaskanya,”tandasnya.

Oleh sebab itu dirinya pastikan akan tetap dan terus memperjuangan rasa ketidak adilan akibat putusan bebas Hakim PN Menggala terhadap terdakwa If.

“Putusan Hakim sangat merugikan saya,jadi saya akan tetap menempuh jalur hukum memperjuangan apa yang menjadi hak saya,karena jika ini dibiarkan maka kelak akan banyak terjadi kejahatan yang dibebaskan tampa menjalani hukuman,”tegasnya.

Kejadian bermula papar Py, uang 300 juta tersebut dititipkan oleh if,pada tahun 2017,2018 dan 2019 masing-masing Rp.100,Juta total 300,Juta diatas kwitansi bermaterai.

Tahun 2020 sambung Py,Ia menanyakan uang tersebut dengan terdakwa namun terdakwa selalu berkilah jika uang tersebut masih berputar pada beberapa bisnis.

“Saya terus mendesak,namun Uang sebesar 300 Juta dijanjikan oleh If dikembalikan pada januari 2020,termuat dalam surat peryataan,namun hingga batas waktu If tidak menepati janjinya malahan menghilang dan selanjutnya persoalan saya laporkan ke Mapolres Tulangbawang,”pungkasnya.

Dihubunggi terpisah melalui sambungan selulernya,Humas Pengadilan Negeri Menggala Tulangbawang Donni,enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi terkait pertimbangan hukum,dan fakta persidangan seperti apa,sehingga hakim bebaskan  terdakwa dalam kasus Penipuan Uang sebesar 300,Juta.

“Saya sedang ada urusan diluar pak,belum bisa memberikan statmen resmi tapi saya janji senin saya ada dikantor silahkan datang nanti semua akan saya jelaskan,oiya Anda ini dapat nomor telpon saya dari mana!! ini nomor pribadi saya kok bisa nyebar siapa yang ngasih,”ucapnya dengan nada terkesan sewot Jum’at 02/07.

Pada senin 05/07 ditemui di ruang sidang Humas  Pengadilan Negeri Menggala Tulangbawang Donni,terkesan berkelit tidak bisa memberikan keterangan tentang Pertimbangan Hakim,dan fakta persidangan seperti apa sehingga terdakwa dibebaskan.

Menurut Donni,Soal pertimbangan hakim maupun fakta persidangan sudah termuat dalam salinan putusan bisa di lihat langsung Web resmi Pengadilan Negeri Menggala,atau bisa meminta melalui surat resmi.

“Saya ga bisa jelaskan isi salinan putusan,melanggar kode etika apalagi memberikan keterangan isi salinan putusan bukan kewenangan saya,kalau media memang benar-benar mau tahu,silahkan lihat saja punya terdakwa atau punya Jaksa karena masing-masing mereka diberikan salinan putusan,”Kilahnya.

Dijelaskan Donni jika perkara teregister nomor 150/Pid.B/2021/PN Menggala

Atas nama If,telah melalui beberapa kali persidangan,dan telah diputuskan oleh hakim PN Menggala

Namun lanjut Donni,putusan yang diambil bukan putuskan Bebas,seperti yang dikatakan melainkan diputuskan Onslag.

“Jadi harus diketahui berbeda antara putusan bebas dengan putusan Onslag,putusan Onslag  artinya perbuatan terdakwa terbukti tapi bukan sesuatu tindakan atau perbuatan masuk ranah Pidana,melainkan  masuk ranah Perdata,soal apa yang menjadi  pertimbangan hakim sekali lagi saya katakan saya tidak bisa menjelaskan bukan ranah saya,”tandasnya.(Murni.Ac)

Posting Terkait