Raja Gowa Wafat, Pangeran Edward Syah Pernong Bertolak ke Makasar

Raja Gowa Wafat, Pangeran Edward Syah Pernong Bertolak ke Makasar

Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – DUKA mendalam menyelimuti keluarga besar Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong, atas wafatnya Raja Gowa pada Minggu (10/6) kemarin. Mendengar kabar tersebut, Paduka Yang Mulia (YM) SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, langsung mengatur jadwal penerbangan untuk menuju ke Makasar.

“Ikatan yang telah dibangun sejak zaman nenek moyang dahulu tetap kami jaga. Bahkan sampai waktu yang tak pernah ditetapkan,” tegas Paduka YM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong saat moment Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Cirebon, Senin (11/6).

Pangeran Edward Syah Pernong, menceritakan, dua Raja dari Kerajaan Sekala Brak dan Kerajaan Gowa merupakan sosok yang sangat karib, bahkan dalam berbagai kesempatan silaturahmi selalu bersama-sama.

Baca Juga:  Sekala Brak Kepaksian Pernong Dukung Ridho-Bakhtiar

“Dahulu, saat ruang pusaka di Istana Balla Lampoa dibongkar paksa, Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong ikut merasa terdzolimi dan langsung mengutus Pangilma Sekala Brak untuk menghadap Raja Gowa. Hal itu demi mengikrarkan bahwa Kerajaan Gowa dicintai dan akan turut dijaga oleh saudaranya yang berada di ujung selatan Pulau Sumatera,” kata Pangeran Edward.

Untuk diketahui, dalam berbagai kesempatan silaturahmi Para Raja se-Nusantara dalam FSKN, dua Raja dari Sekala Brak dan Gowa selalu terlihat begitu dekat untuk menjaga persaudaraan dan ikatan silaturahmi dua kerajaan tersebut.

Seperti tampak dalam event FSKN (13/5) lalu di Bumi Tatar Pasundan, Sultan Sekala Brak dan Raja Gowa selalu berdampingn duduk bersama. Dan saat Kirab Agung di Jalan Asia Afrika, Bandung, ratusan prajurit Gowa berjalan gagah berani di atas titah Sombaya Ri Gowa Paduka YM I Maddusila Andi Idjo Dayeng Manyonri Karaeng Katangka Sultan Alaudin II Raja Gowa ke- XXXVII, kemudian tepat di belakangnya, ratusan prajurit dari Sekala Brak berarak-arakan membawa pusaka kebesaran dan Panji Panji keagungan Kerajaan Adat di Nusantara.

Baca Juga:  Sekala Brak Kepaksian Pernong Dukung Ridho-Bakhtiar

Kedua kerajaan ini selalu berdampingan membawa kebesaran dan keluhuran adat istiadat bersama kerajaan lainnya di Nusantara.

Sama halnya saat, Festival Keraton Nusantara, di Keraton Kasepuhan Cirebon (16/9) lalu. SPDB (Saibatin Puniakan Dalom Beliau) Pangeran Edward Syah Pernong yang kerap disapa dengan puniakan dalom beliau ini, duduk bersama Sombaiya Ri Gowa Andi Madusila, melihat parade prajurit yang sembari berbincang tentang badik yang dipakai Pangeran Alprinse Syah Pernong.

Baca Juga:  Sekala Brak Kepaksian Pernong Dukung Ridho-Bakhtiar

Saat-saat indah dalam kiprah menjaga dan melestarikan khazanah kerajaan Nusantara itu kini tak kan lagi bisa dijumpai dan hanya menjadi kenangan yang akan dicatat dalam goresan sejarah warisan ke anak cucu.

Mangkatnya sang Raja Gowa yang arif bijaksana meninggalkan duka dilangit Nusantara. Bahkan seluruh Raja menyampaikan belasungkawa. Terlebih lagi bagi Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan XXIII, yang langsung menuju Gowa untuk mengantarkan YM Kerabat dan sahabatnya ke peristirahatan terakhir. (N)

2,439 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Pangeran Edward Syah Pernong Raja Gowa Sekala Brak Kepaksian Pernong

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan