Rakata Institute Abaikan Sidang Dewan Etik KPU

Usai Diperiksa Bawaslu, Ini Kata Eko Kuswanto

Direktur Rakata Institute Jalani Pemeriksaan di Bawaslu Lampung, Jumat (20/4/2018) lalu. Foto: Tama/Fajarsumatera.co.id

BANDAR LAMPUNG – LEMBAGA Survey Rakata Institute sudah dua kali mangkir dari Sidang Dewan Etik KPU Lampung. Sidang ketiga Senin (14/5) lalu, juga tak hadir, Dewan Etik Lembaga Survey akan ketok palu.

Jaringan Aspirasi Pemuda Republik Indonesia (JAPRI) Lampung melaporkan Rakata Institute karena dinilai tidak netral dan sarat pesanan bulan lalu.

Baca Juga:  Bantah Jual Beli Jabatan, KPU Lampung Dukung Esti Nur Fathonah

Walau tanpa kehadiran Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto pada sidang terakhir, Dewan Etik tetap mengeluarkan keputusan terkait keberlanjutan nasib lembaga survei tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono sebelum menutup Sidang Dewan Etik Lembaga Survey di Aula Kantor KPU Lampung, Selasa (8/5).

Nanang mengatakan akan berhati-hati mengeluarkan keputusan terhadap Lembaga Survey Rakata Institute. KPU Lampung pertimbangkannya sebagai aset Lampung.

Baca Juga:  KPU Lampung Segera Verifikasi Parpol

“Kita masih menggodok terkait keputusan yang tepat untuk Rakata, termasuk mempertimbangkan sebagai aset Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Ketua JAPRI Hermawan menyayangkan ketidakhadiran Direktur Rakata Institute dalam sidang Dewan Etik.

“Idealnya, sebagai terlapor, hadir untuk menjawab pertanyaan masyarakat Lampung,” katanya. (*)

KPU Lampung Rakata Institute

Posting Terkait