Rakata Institute Diduga Intervensi Dewan Etik KPU

Rakata Institute Diduga Intervensi Dewan Etik KPU

Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG – DIREKTUR Rakata Institute, Eko Kuswanto, diduga melakukan intervensi kepada Dewan Etik, dengan mengutus Sekretaris dan Dewan Pengawas Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI).

Keduanya mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, Rabu (25/4/2018) pukul 14.00 WIB.

Kedatangan dua utusan Eko Kuswanto di KPU, diterima oleh Sekretaris KPU Lampung, Gunawa Riadi.

Mereka ingin menglarifikasi pernyataan Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono, yang mengatakan lembaga survei milik ketua umum ALSHCI Eko Kuswanto illegal.

Baca Juga:  Lelang Alat Pilkada Tanggamus Diserahkan ke KPU Lampung

“Kita kumpulkan bahan-bahan di media online. Kami melihat pemberitaan sudah cukup parah dan memancing kami kesini (Lampung)  untuk mengetahui permasalahan sebenarnya. Misalnya saja survey Rakata Institute illegal, KPU akan berikan sanksi, dinilai berpihak, Rakata Institute dilaporkan ke KPU dan Bawaslu Lampung. Atas dasar beberapa tudingan itu makanya kami langsung beraudiensi ke KPU untuk mengklarifikasi dan mendapatkan bukti dan informasi yang jelas,” Ahmad Muhaimin Sekretaris Umum ALSHCI.

Ahmad juga meminta kalau seandainya dari hasil kajiannya bahwa Rakata Institute tidak bersalah atas tuduhan itu, maka pihaknya meminta KPUD untuk membersihkan nama baik Rakata Institute.

Baca Juga:  Ridho BerBakhti Jilid II Nomor Urut Satu

“Kalaupun KPU keliru dalam membuat statement bahwa Rakata Institute adalah lembaga illegal atau ada keberpihakan ke salah satu paslon, kami meminta KPU untuk membersihkan nama Rakata Institute. Karena ini bagian dari kita juga. Jika citra Rakata buruk maka akan membuat asosiasi dimata masyarakat menjadi buruk. Artinya persepsi masyarakat bahwa asosiasi ini tempatnya lembaga tidak kredibel yang tidak netral. Jadi kita menghindari itu,” tegasnya.

Baca Juga:  Berstatus ASN, Direktur Rakata Institute Terancam Dipecat

Namun seandainya dari kajiannya menemukan bahwa Rakata Institute bersalah dan tidak sesuai AD/ART, maka ALSHCI  tidak segan-segan menindak bahkan mengeluarkannya dari asosiasi.

“Kalau Rakata Institute terbukti illegal atau sesuai yang disangkakan KPUD, kami ingin meminta buktinya. Karena kami akan tegas kalau Rakata Institute terbukti bersalah akan kita tindak dan tidak segan-segan mengeluarkannya dari asosiasi,”ungkapnya.

Meski demikian, beranikah ALSHCI memberikan sanksi terhadap lembaga survei milik ketua umumnya? (*)

358 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia KPU Lampung Rakata Institute

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan