Rakernas PDIP: Lampung Kompak, Sudin Pimpin Delegasi

Ki-ka: bendahara DPC Pesibar Elty Yunani, Wakabid PA DPD PDIP Lampung Aprilliati, Sekretaris DPD PDIP Lampung Mingrum Gumay, Ketua DPD PDIP Lampung Sudin,
Ketua DPC Bandarlampung Wiyadi dan Ketua DPC Metro Anna Morinda (berdiri). | Wiyadi

JAKARTA — Peringatan HUT ke-47 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 2020, bertema ‘Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional’ di Hall B JIExpo PRJ Kemayoran, Jakarta, Jum’at hingga Minggu (10-12/1/2020), jadi hajat rakernas terakbar sepanjang sejarah 47 tahun kiprah partai penguasa ini.

Seperti dibunyikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto sejak konferensi pers 11 Desember 2019, terakhir 8 Januari 2020, rakernas ini ajang konsolidasi partai berikut tiga pilar partai, yakni struktural, eksekutif, dan legislatif, guna konsolidasi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma’ruf Amin serta jajaran kabinet terkait kebijakan Indonesia Maju.

PDIP tidak main-main menyukseskannya. Tercatat, sebanyak 4.371 peserta ber-ID Card  dan terverifikasi yang dijadwalkan hadir fisik selama rakernas berlangsung. Termasuk, dari keluarga besar PDIP Lampung.

Baca Juga:  Kampante di Pesawaran, Sudin Pamerkan Tiga Kartu

Dari DPD PDIP Lampung, sang ketua, Sudin, sejak Jum’at (10/1/2019) kemarin, langsung memimpin. Anggota DPR dua periode, Ketua Komisi IV DPR itu didampingi 15 ketua DPC.

Juga, pengurus inti DPD-DPC, lima anggota DPR dapil Lampung I dan II, anggota FPDIP DPRD Lampung dan 15 DPRD kabupaten/kota se-Lampung, serta kepala daerah/wakil kepala daerah nonpengurus.

Kader struktural sekaligus kepala daerah yang hadir, Ketua DPC Lampung Selatan (Lamsel)/Plt Bupati Nanang Ermanto, Sekretaris DPC Tanggamus/Bupati Dewi Handayani, Ketua DPC Tulang Bawang/Bupati Winarti, dan Ketua DPC Lampung Tengah/Bupati Lukman Djoyosoemarto.

Lainnya, Ketua DPC Lampung Barat (Lambar) yang juga bupati setempat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Pesawaran Eriawan, juga Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad.

Sedang kader unsur pimpinan DPRD, ada Ketua DPRD Lampung yang juga Sekretaris DPD PDIP Lampung Mingrum Gumay, Ketua DPRD Lamsel Hendry Rosyadi, Ketua DPRD/ ketua DPC Bandarlampung Wiyadi, Ketua DPRD/ketua DPC Pesawaran M Nasir, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, Ketua DPRD/sekretaris DPC Lambar Edi Novial, Wakil Ketua DPRD/ketua DPC Metro Anna Morinda, Ketua DPRD/ketua DPC Lamtim Ali Johan Arif, Ketua DPRD/sekretaris DPC Tuba Sofi’i Azhari, dan Ketua DPRD/ketua DPC Tuba Barat Ponco Nugroho.

Baca Juga:  Sudin Tolak Jadi Wakil Herman di Pilgub 2018

Juga Ketua DPC Pringsewu Palgunadi, Ketua DPC Pesibar Pieter, Ketua DPC Lampung Utara Yose Rizal, Ketua DPC Waykanan Danuri, Ketua DPC Mesuji Dedi Afrizal, dan Ketua DPRD Lamteng Sumarsono.

Lampung tergolong yang mencuri perhatian. Antara lain nampak dari apresiasi peserta luar daerah yang terpukau usai menyicip kopi Robusta Lampung di stan DPC PDIP Lambar, stan unsur DPC asal Lampung di arena Pameran Inovasi PDIP –tangkai even rakernas, bersama stan DPC Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) Sumatra Selatan, stan unsur DPC Sumatra lainnya.

Penelusuran redaksi di jagat linimasa media sosial sepanjang Jum’at, tak sedikit peserta Lampung yang berbagi info singkat maupun unggahan foto serba merah merekat khas partai yang cikal bakal terbentuknya alot ini.

Baca Juga:  Sudin Jadi Ketua DPD, Kader PDIP Lampung Pro Kontra

Alot sejak 27 Februari 1970, saat Presiden ke-2 RI Soeharto mengundang pimpinan Partai Nasional Indonesia/PNI, Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia/Parkindo, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia/IPKI, dan Partner Murba, terkait kebijakan fusi parpol, hingga puncak akhir tepat pukul 24.00 WIB, Rabu 10 Januari 1973.

Saat mana, 47 tahun silam, MH Isnaeni dan Abdul Madjid dari PNI, A. Wenas dan Sabam Sirait (Parkindo), Beng Mang Rey Say dan FX Wignyosumarsono (Partai Katolik), M Sadri (IPKI), serta S. Murbantoko RJ Pakan dan A. Sukarmadidjaja (Partai Murba), bersepakat menandatangani dokumen fusi jadi partai baru, Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Yang di Jakarta, tempat peristiwa bersejarah malam itu kini telah berganti rupa menjadi Hotel Acacia. Berjarak relatif cukup dekat, mengutip pegipegi.com, cuma 0.75 km dari Museum Sumpah Pemuda, 0.98 km dari TIM (Taman Ismail Marzuki), 1.59 km dari Pasar Senen, dan 2.31 km dari Stasiun Senen.

Di tempat yang terletak di Jl Salemba Raya 73, Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat itulah, dulunya kantor sekretariat PNI, tempat pertemuan bidan lahirnya PDIP 47 tahun lalu. Adapun Istora Senayan Jakarta, merupakan saksi sejarah deklarasi 14 Februari 1999, saat PDI resmi berganti jadi PDI Perjuangan.(*/Muzzamil)

 

Rakernas PDIP Sudin

Posting Terkait