Randis Pimpinan DPRD Pringsewu Tabrak Tiga Motor Sekaligus

PRINGSEWU – Sebanyak tiga motor menjadi korban kecepatan mobil minibus inova warna putih berplat nomor polisi BE 871 PS, yang diduga kendaraan dinas (Randis) milik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pringsewu.

Terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut, dijalan raya depan pasar Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten setempat. Pada Hari Kamis, 17 September, 2020.

Dalam tragedi randis itu, satu orang emak-emak sempat dibawa ke Puskesmas setempat dan di rujuk ke RS Mitra Husada.

Wartawan Harian Fajar Sumatera melakukan cek-ricek fakta sesungguhnya dilokasi terjadinya kecelakaan Randis DPRD Pringsewu.

Menurut Dwi, Penjual buah yang juga menjadi korban serudukan mobil Randis menjelaskan, kendaraan minibus warna putih melaju dengan kencang dari arah Pringsewu menuju Bandara Lampung.

“Banyak yang menyaksikan, mobil dalam kondisi melaju kencang dan sempat membunyikan telakoson panjang, karena, ada emak-emak dari arah Wonodadi hendak menyeberang ke arah pasar Gadingrejo. Namun, mobil tersebut, menghindar ke arah kiri dan menyeruduk tiga motor dan pot bunga”,ucap Dwi saat memberikan penjelasan kepada wartawan Harian Fajar Sumatera, Jumat (18/09/2020).

Lanjutnya, dengan kejadian itu, mobil randis itu sempat dikerumunin warga lokasi kecelakaan, dan mengetuk pintu mobil agar penumpang dalam isi mobil tersebut keluar.

“Pass saat penumpang dalam mobil itu keluar, salah satu warga ada yang mengenalinya. Katanya, ini dewan, dewan, itu Pak Riski Raya Saputra, Pimpinan DPRD Kabupaten Pringsewu”,kata Dwi seraya menirukan salah satu warga yang mengenali pemilik Randis DPRD tersebut.

Terpisah, Shapri Irawan Tukang Bakso yang juga menjadi korban serudukan mobil Randis dengan plat nomor polisi BE 871 PS. Dirinya merasa kecewa lantaran dibohongi oleh Rio (Supir).

Menurutnya, ia akan dijanjikan pembayaran uang ganti rugi sesuai permintaan dirinya. Karena, permintaannya itu sudah di hitung bersama keluarga paska motor dan gerobak bakso serta bakso yang hendak dijual miliknya, telah menjadi korban penyerudukan mobil anggota DPRD.

“Ditotal, sekitar Rp 2 juta, namun, dari pihak Pak Riski Raya terus menawar Rp 1,5 juta, akan tetapi, yang ia terima sekitar Rp 1,3 juta”, tuturnya kepada wartawan media ini”, keluhannya. (Saefudin)

Posting Terkait