Rawa Rontek

Oleh Rico Firmansyah
WAKIL Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Lampung Tony Eka Chandra pernah menyebut Alzier Dianis Thabrani sosok yang sudah mati hidup lagi. Begini kira-kira kalimatnya, “Masa iya orang sudah mati memimpin kembali”.

Pernyataan itu terkait dualisme kepemimpinan Partai Golkar Lampung antara Arinal Djunaidi dan Alzier, yang mengklaim kepengurusannya yang sah, terkait tertangkapnya Setya Novanto gegara E-KTP oleh KPK.

Pernyataan Toni Eka Chandra yang menyebut Alzier sosok yang sudah mati tetapi hidup lagi, itu hampir sama dengan kisah di film Angling Darma.

Disebutlah Priyamitra yang memiliki dendam kesumat dengan Prabu Angling Darma. Dengan  berbekal ilmu ajian rawa rontek dia beradu ilmu dengan musuh bebuyutannya itu.

Baca Juga:  Bandarlampung Kebanjiran

Pemilik ajian ini, meskipun tubuhnya terluka saat duel bisa dengan sekejap pulih. Terputus bisa kembali menyatu. Bahkan, saat mati bisa hidup lagi.  Kira-kira ilmu itulah yang dimiliki Alzier dalam versi nyata.

“Nanti dulu Minak. Arinal Djunaidi juga punya ajian yang tak kalah hebat,” timpal Saleh, pada Minak Tab.

Ajiannya mirip legenda Rara Jonggrang, dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dongeng asal mula Candi Prambanan, yang dibuat hanya semalam. Yaitu, sosialisasi pencalonan Arinal Djunaidi dengan wayangan semalam suntuk.

Baca Juga:  Birokratisasi Bencana

“Jadi, sehebat apa pun ilmu rawa rontek tetap akan kalah. Dan, itu terwujud hanya semalam. Belum lagi nama Arinal Djunaidi bila disingkat menjadi AD. Artinya, ada duit. Hayo!?” Tantang Saleh.

“Lah, nama Alzier juga bisa disingkat seperti itu. Lebih hebat malah. ADT, kepanjangan dari ada duit terus,” timpal Minak Tab.

Baca Juga:  Listrik Simbol Kemerdekaan

“Woi, Bang Saleh! Sudah lagi ngobrol gak karuan itu. Lebih baik mandiin Roni. Dia mau sekolah. Saya lagi masak,” teriak Wati, dengan mata melotot.

 

 

 

1,830 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

RAWA RONTEK

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan