Rekam Jejak PT Hagitasinar Lestarimegah, Penguasa Proyek Rp 32 Miliar di Way Kanan

Rekam Jejak PT Hagitasinar Lestarimegah, Penguasa Proyek Rp 32 Miliar di Way Kanan

Kabupaten Way Kanan menjadi salah satu daerah di Provinsi Lampung yang mendapat anggaran dari Kementerian PU-PR dalam hal pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan. Kucuran anggaran ini diprioritaskan pada wilayah 3T [Terdepan, Terluar dan Tertinggal]. Sedikitnya ada 26 unit sekolah di kabupaten itu yang harus ‘dipoles’ oleh negara. Dananya sebesar Rp 32,6 miliar atau persisnya Rp 32.657.626.000.

Bandar Lampung – Kabupaten Way Kanan menjadi salah satu daerah di Provinsi Lampung yang mendapat anggaran dari Kementerian PU-PR dalam hal pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan. Kucuran anggaran ini diprioritaskan pada wilayah 3T [Terdepan, Terluar dan Tertinggal]. Sedikitnya ada 26 unit sekolah di kabupaten itu yang harus ‘dipoles’ oleh negara. Dananya sebesar Rp 32,6 miliar atau persisnya Rp 32.657.626.000.

Baca Juga:  Sri Mulyani Dukung KPK Bersihkan Korupsi di Kemenkeu

PT Hagitasinar Lestarimegah adalah kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Perusahaan ini sendiri beralamat di  Jalan Matraman Raya, Kota Jakarta Timur. Kontrak kerja perusahaan itu dituangkan dalam Nomor Kontrak: HK 02 01/KTR/BPPWL/POP-MYC.04/XII/2019. Waktu pelaksanaan pekerjaannya sendiri berlangsung selama 210 hari.

Pekerjaan tersebut belakangan diketahui tidak selesai sesuai dengan ketentuan yang sebelumnya telah disepakati. Didasarkan atas hal itu, sanksi berupa pinalti diterima oleh PT Hagitasinar Lestarimegah.

“Ini… Hari ini udah dapat pinalti. Sudah [kena] mulai hari ini,” begitu pengakuan seorang pekerja di salah satu lokasi dimana tertancap spanduk berisi keterangan mengenai PT Hagitasinar Lestarimegah selaku kontraktor dari kegiatan rehabilitasi sekolah tersebut.

Baca Juga:  KPK Ultimatum Pemprov Lampung

“Belum [selesai proyeknya]. Kemarin kendalanya ya materiial, waktunya juga,” timpal dia yang tidak ingin identitasnya dipublikasikan kepada reporter Fajar Sumatera baru-baru ini.

Sumber ini menambahkan bahwa dasar munculnya pinalti itu dilatarbekangi atas tidak tersedianya semen sehingga menimbulkan gambaran pekerjaan untuk esok hari bisa saja tertunda. “Iya [bagaimana mana mau selesai, materiial enggak tersedia]. Itu semen aja itu udah habis juga. Enggak tahu besok mau kerja apa enggak. [Pendanaan pekerjaan] Ini kan APBN,” kata dia.

PT Hagitasinar Lestarimegah tidak hanya mengerjakan pekerjaan di Provinsi Lampung. Sejumlah pekerjaan di luar sana ada juga yang dikerjakannya. Misalnya di Madiun. Perusahaan ini juga kebagian pekerjaan dari Kementerian PU-PR. Perusahaan ini mengerjakan pembangunan Rumah Susun [Rusun] Pondok Pesantren [Ponpes] Al Falah Yayasan Pendidikan Islam [YPI] Al Hikam yang berlokasi di Desa Geger Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Baca Juga:  Perkara Korupsi Mustafa di Tangan KPK: Tahap Penyelesaian Berkas dan Telaah Keterlibatan Azis Syamsudin

Begitu pembangunan ini selesai, peresmiannya 30 Mei 2018 tidak hanya dihadiri Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono. Hadir pula Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Anggota Komisi V DPR RI Estu Sadarestuwati, Bupati Madiun Muhtarom, serta Ketua YPI Al Hikam Ibnu Abas Tohir.

PT Hagitasinar Lestarimegah juga lagi-lagi mendapat pekerjaan dari Kementerian PU-PR di Sumatera Barat. Pekerjaannya menyoal tentang pembangunan Rusun ASN Kabupaten Sijunjung. Pekerjaan ini sempat disorot, seperti dilaporkan dari Kabupaten Sijunjung. Sorotan itu menyoal tentang pekerjaan yang tidak kunjung selesai dan identitas pekerjaan yang tidak lagi ditampilkan di lokasi kegiatan[Habibi & Ricardo Hutabarat]

Gapensi Kejaksaan Tinggi Lampung Kementerian Hukum dan HAM Kementerian PU-PR KPK Lampung PT Hagitasinar Lestarimegah Way Kanan

Posting Terkait