Rekomendasi Pansus Politik Uang Molor

Ketua Pansus Politik uang DPRD Lampung, Mingrum Gumay.

BANDAR LAMPUNG – Rekomendasi panitia khusus (pansus) politik uang DPRD Lampung diperkirakan akan kembali molor. Alasannya, pansus memberi kesempatan ke masing-masing fraksi di DPRD Lampung untuk menelaah draf rekomendasi tersebut.

“Lagi didalami oleh masing masing fraksi. Bisa jadi di fraksi ini ada usulan seperti apa, ya kita hormati, dari sudut pandang apa saja. Tetapi pada prinsipnya sesuai dengan hearing memanggil instansi itu tidak bisa dinafikan, artinya fakta money politics itu ada di Pilgub Lampung,” kata ketua Pansus Politik uang DPRD Lampung Mingrum Gumay, Selasa (6/11).

Baca Juga:  Pansus Politik Uang Tunda Kembali Rekomendasi

Setelah dibahas dengan sudut pandang dari masing-masing fraksi, ia berharap agar draf rekomendasi itu bisa segera dibawa ke rapat paripurna.

“Kita menghormati keterwakilan dari fraksi-fraksi itu dan harapannya bisa dituntaskan di bulan November ini. Karena ini tahun politik, kita tidak mau terganggu itu, mengingat kebanyakan ada yang menjadi ketua dan masuk struktur timses capres,” katanya.

Baca Juga:  Minggu Ini, Pansus Politik Uang Gelar Rapat Internal

Lambannya kemarin itu, kata dia pasca adanya penetapan caleg DCT  dan adanya kesibukan koalisi masing-masing parpol di Pilpres, dan reses.

“Itu juga tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.

Dilain sisi, ia menjelaskan salah salah draf rekomendasi pansus, yakni bonus pemberian mobil ke KPU dan Bawaslu dari Bank Mandiri serta BRI.

“Pemberian bonus mobil itu apakah  dibenarkan atau tidak,” tanyanya.

Baca Juga:  Pansus Dorong Rekomendasi NPHD ke Penegak Hukum

Oleh karena itu, kata sekretaris DPD PDIP Lampung ini, persoalan ini akan kembali dibahas pada Selasa (13/11) mendatang. Kemudian, jika sudah cukup legal draftingnya, maka akan  diparipurnakan.

Draftnya itu banyak, insya Allah November ini harus tuntas dan diparipurnakan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Lampung Tony Eka Candra mengaku tadi saat rapat berlangsung alot.

“Perdebatan di teman teman. Karena punya sudut pandang masing-masing, Jadi alot,” katanya. (TM)

Pansus Politik Uang

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan