Rektor dan Wakil Rektor di Unila Digugat ke Pengadilan Atas Sengketa Aset Tanah dan Bangunan

Foto: Ilustrasi

Bandar Lampung –  Rektor Universitas Negeri Lampung dan Wakil Rektor Dua Universitas Negeri Lampung pada Bidang Administrasi dan Keuangan digugat oleh pihak Yayasan Pembina [YP] Universitas Negeri Lampung [Unila] atas sengketa aset tanah dan bangunan Sekolah Menengah Atas [SMA] YP Unila yang ditaksir bernilai Rp 50 miliar.

Gugatan tersebut mulai disidangkan secara perdana di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Selasa, 15 September 2020.

Sidang ini diketuai oleh hakim Aslan Ainin dan digelar tanpa dihadiri oleh para pihak tergugat yaitu Rektor Universitas Lampung serta Wakil Rektor Dua Universitas Lampung pada Bidang Administrasi dan Keuangan.

Baca Juga:  Unila Berkolaborasi dengan Bank Indonesia

Dalam poin gugatannya, para pengurus  YP Unila selaku pihak penggugat meminta kepada majelis hakim untuk memutuskan diantaranya, yakni menyatakan sah secara hukum para penggugat adalah Badan Pengurus dan Badan Pengawas YP Unila.

Kemudian, menyatakan sah secara hukum YP Unila dengan Unila memiliki badan hukum yang berbeda satu sama lainnya, serta menghukum para tergugat untuk menyerahkan sertifikat Hak Guna Bangunan [HGB] No: 327/T dengan luas 1.684 meter persegi atas nama YP Unila kepada para penggugat selaku penggurus yang sah dari YP Unila tanpa suatu syarat apapun.

Baca Juga:  Pers Mahasiswa Teknokra Unila Rayakan Hari Jadi ke-41

Dan, menghukum para tergugat untuk membayar uang ganti rugi materiil kepada penggugat sebesar Rp 51 miliar dengan rincian berdasarkan obyek sengketa sebesar Rp 50 miliar dan biaya advis hukum pada kuasa hukum para penggugat sebesar Rp 1 miliar.

Selanjutnya menghukum para tergugat untuk membayar uang paksa [dwangsom] sebesar Rp1 juta per hari.

Baca Juga:  Unila Hadiri Simposium Pelatihan Pidana dan Krimonologi

Serta setiap para tergugat lalai memenuhi isi putusan, terhitung sejak putusan diucapkan sampai dilaksanakan [inkracht van gewijsde], dan meminta majelis hakim untuk menghukum para tergugat untuk meminta maaf kepada para penggugat atas perbuatan dari para tergugat di media nasional selama tiga hari berturut-turut.

 

Reporter: Tinus Ristanto

Sengketa aset tanah dan bangunan Unila

Posting Terkait