Rektor Itera Sesalkan Penghentian Proyek Teropong Bintang

Josua | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG– Penghentian pembangunan Astronomical Observatory Itera Lampung, disesalkan Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Rektor Itera Profesor Ofyar Z. Tamin, menilai, lokasi Astronomical Observatory Itera Lampung atau Teropong Bintang Itera di Gunung Betung, Pesawaran, merupakan yang terbaik karena bebas dari polusi cahaya.

“Teropong bintang Itera berada di lereng Gunung Betung dan menghadap ke Selat Sunda. Sementara puncak Gunung Betung menjadi penghambat cahaya yang berasal dari Kota Bandar Lampung,” jelas Profesor Ofyar, Senin (27/1).

Baca Juga:  Gunung Betung Lokasi Terbaik  AOIL

Namun, pembangunan teropong bintang yang telah berjalan sejak tahun 2018 lalu dan telah menelan biaya Rp77,4 miliar, dihentikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung karena berada di kawasan hutan konservasi, Taman Hutan Raya Wan Abdurachman.

Sebagai gantinya, Profesor Ofyar Tamin, telah merekomendasikan 4 titik lokasi yang saat ini dikaji oleh Pemprov Lampung.

Diketahui, pembangunan Astronomical Observatory Itera Lampung di Tahura Wan Abdurachman Gunung Betung, Pesawaran, dihentikan.

Baca Juga:  Observatorium Teropong Bintang Lampung Mulai Dibangun

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, yang juga mantan kepala dinas kehutanan, dalam satu acara di Universitas Bandar Lampung mengharamkan pembangunan di Tahura Wan Abdurachman, yang merupakan kawasan hutan konservasi sekalipun untuk tujuan penelitian lembaga pendidikan.(JOS)

Rektor Itera Teropong Bintang

Posting Terkait