Relawan Komunitas Bersinergi Metro Gelar Open Donasi Peduli Literasi

Fajarsumatra.co.id- Relawan Komunitas Bersinergi Metro mengadakan open donasi buku untuk mewujudkan mini library demi meningkatkan keakraban anak-anak dengan buku di masa pandemi covid-19, Senin (15/02)

May Sarah koordinator devisi berbagi ilmu Komunitas bersinergi metro menyampaikan, hal yang menjadikan alasan adanya open donasi ini karena ia dan relawan lainnya melihat berkurangnya minat baca anak-anak, apalagi di kondisi sekolah daring yang tidak memungkinkan anak-anak pergi ke perpustakaan sekolah, ia dan relawan yang lain khawatir anak-anak keasikan tidak membaca buku.

Hasil donasi buku yang sudah terkumpul  nantinya akan di buat menjadi mini library di TPA AT-taubat, Dusun 2 sukomulyo, Kelurahan/desa Nunggal rejo Rt 023 Rw 003 Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung tengah.

Menurut hasil survei ia dan relawan lain minat baca anak-anak disana memang termasuk antusias.

“Disana di TPA ya,  anak anaknya antusias banget.  Anak anak kecil, paling gede kelas 5 sd.  Jadi ngerasa masa anak anak tuh masa emas buat ngenalin mereka buat mencintai buku buku.  Nah menurut mba pribadi,  cara awal buat mereka cinta sama buku ya semakin dimudahkannya akses mereka buat baca buku,” ujarnya saat di wawancarai melalau pesan Whatshap, Senin (15/02)

Open donasi ini salah satu program devisi berbagi ilmu, dan ini merupakan program library pertama, para donatur diharapkan menyumbangkan 1 buku atau lebih.

Untuk sistem pengumpulan buku, jika berlokasi dimetro bisa dijemput,sistem COD, atau bisa diantar langsung dengan menghubungi nomor yang tertera.
Jika diluar metro tergantung jauh dan banyaknya buku, jika masih di  kabupaten atau kota disekitan metro dan jenis buku masuk kriteria bisa lewat JNT dengan ongkos kirim ditanggung pihak komunitas bersinergi metro.

Menurutnya setiap orang pasti punya satu buku bacaan untuk anak di setiap rumah mereka, baik itu buku agama, ensklopedia, dongeng maupun buku cerita. Ia berpesan dari pada buku hanya ditumpuk dan tidak dibaca kembali, lebih baik didonasikan.

“Karena daripada buku hanya kamu tumpuk tidak terbaca dan belum tentu dibaca kembali, alangkah baiknya dibagikan ke oranglain. Agar indah ilmu yang didapat dari buku tetsebut nggak cuma ada dikepalamu,  tapi dikepala orang lain juga,” tambahnya.

Ia juga berharap anak-anak semakin akrab dengan buku, banyak orang yang berkontribusi dan bergerak hatinya untuk berdonasi dan bisa mencerdaskan anak-anak bangsa.

Reporter/(maya)

Posting Terkait