Respons Kejati Melihat Proyek-proyek di Dinas PPCK Lampung yang Bertendensi Koruptif

Dakwaan Koruptor RSUD Pesawaran: Satu Bukti Kejati Lampung Garang Dipimpin Diah Srikanti

Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung.

Bandar Lampung – Beberapa pengerjaan proyek di Dinas Perumahan Pemukiman dan Cipta Karya [PPCK] Lampung bertendensi koruptif.

Misalnya pada pengerjaan proyek Lapisan Penetrasi [Lapen] dan Lapis Tipis Aspal Pasir [Latasir] di Pekon Air Naningan Kabupaten Tanggamus, yang merupakan proyek Dinas PPCK Lampung. [selengkapnya baca di sini]

Hal berikutnya ialah soal proses lelang proyek pemenang tunggal pekerjaan bantuan PSU Jalan Permukiman Griya Tampan Sejahtera, Desa Haji Menah yang terletak di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Pada proses ini, muncul dugaan keterlibatan para oknum Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan [PPTK]; Pejabat Pembuat Komitmen [PPK]; Kelompok Kerja [Pokja]; dan petugas Inspektorat. [selengkapnya baca di sini]

Diketahui Dinas PPCK Lampung ini dipimpin oleh Kadis bernama Thomas Edwin.

Baca Juga:  Kejati-KPK Lacak Aset Alay di Seluruh Bank

Proses lelang yang diduga telah diatur itu disuarakan oleh Penggiat Anti Korupsi Mustofa Ali, Sabtu, 12 September 2020. Mustofa Ali mendorong agar aparat penegak hukum untuk turut memberikan perhatian pada persoalan ini.

Kejaksaan Tinggi [Kejati] Lampung melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum [Kasi Penkum] Andrie W Setiawan menuturkan, informasi demikian tentu menjadi perhatian bagi lembaganya. Dia menambahkan, hal-hal yang diutarakan masyarakat yang berkaitan dengan indikasi pelanggaran hukum tentu akan dipelajari terlebih dahulu.

Baca Juga:  Proyek Peningkatan PSU PPCK Lampung Senilai Rp 942 Juta di Air Naningan Bertendensi Korupsi

Untuk itu langkah awal yang dapat dilakukan dia sebagai Kasi Penkum ialah dengan meneruskan informasi tersebut ke pimpinannya. ”Kita teruskan ke pimpinan terdahulu,” tuturnya, 23 September 2020. [Redaksi]

Dinas PPCK Lampung Kejati Lampung Korupsi Dinas PPCK Lampung

Posting Terkait