Retribusi Terminal Rajabasa Menguap Rp1,5 Juta Perhari

Deni Ponco | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung, Yuhadi, berharap dinas instansi terkait mengambil langkah-langkah strategis terkait kebocoran retribusi Terminal Rajabasa.

Dalam lima bulan terakhir, setidaknya potensi pemasukan asli daerah dari sana tercecer hingga Rp1,5 juta per harinya.

Hal itu terjadi mengingat penutupan median Jalan Abdul Haq, Kecamatan Rajabasa, sehingga angkutan kota dan barang kesulitan mengakses terminal.

Baca Juga:  Pemkot Korbankan SDN 2 Palapa untuk Dibangun Hotel

“Meskipun dalam beberapa hari terakhir median itu telah dibuka, tetapi para sopir tetap kesulitan memasuki kawasan terminal mengingat jalurnya terlampau panjang dan berliku,” jelas Yuhadi, saat hearing dengan jajaran Dishub Bandarlampung di ruang rapat komisi III, Kamis (26/12).

Kendati demikian, Yuhadi mengapresiasi upaya Dinas Perhubungan Bandarlampung dalam kontribusinya terhadap PAD hingga 88%.

Baca Juga:  Pansus DPRD Minta Kinerja Kadisperindad dan Kadishub Dievaluasi

“Namun, angka itu akan bertambah bila ada upaya lain dalam menutup kebocoran yang terjadi saat ini di Terminal Rajasa,” tukas Yuhadi.

Misalnya dengan membuat kesepakatan bersama bahwa untuk sementara waktu kutipan bisa dilakukan di luar terminal mengingat belum rampung flyover tersebut.(PON)

DPRD Bandar Lampung PAD Retribusi Terminal Rajabasa Yuhadi

Posting Terkait