Ridho-Bachtiar Komitmen Cerdaskan Anak Bangsa

M. Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri.

BANDAR LAMPUNG – SEJAK ditetapkannya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pengelolaan SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi.

Duet kepemimpinan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri langsung mengambil strategis dengan menganggarkan dana sebesar Rp 90 miliar lebih pada APBD 2017 lalu untuk membiayai siswa miskin jenjang pendidikan menengah baik negeri maupun swasta dalam bentuk program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BosDa).

Bagi petahana Ridho BerBakhti, peningkatan akses masyarakat pada layanan pendidikan menjadi salah satu kunci mengurangi kesenjangan di masyarakat apalagi pendidikan merata dan berkualitas merupakan prioritas nasional.

Keduanya sependapat  jika target di sektor pendidikan tidak hanya sekedar pemerataan akses pendidikan namun harus diimbangi dengan pemerataan yang berkualitas dan salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program BosDa.

Dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Lampung tentang Penyampaian Nota Keuangan Atas Rancangan Perda APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017 di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Tim Pemenangan Ridho-Bachtiar di Pesibar Terbentuk

Wakil Gubernur (non aktif) Bachtiar Basri menguraikan, selain alokasi dana BosDa, Pemprov Lampung juga memberikan insentif kepada guru honor murni dengan nilai anggaran mencapai Rp15 miliar untuk 15 Kabupaten/Kota.

Bahkan tingkat kesejahteraan tenaga pendidik tak luput menjadi perhatian dan hal itu dibuktikan alokasi anggaran untuk tunjangan kepada seluruh kepala SMA dan SMK negeri se-Provinsi Lampung dengan anggaran mencapai Rp5 miliar.

Serta memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mencapai Rp1,40 triliun yang disalurkan ke seluruh jenjang pendidikan baik pendidikan dasar maupun pendidikan menengah untuk sekolah negeri dan swasta.

Senada, M Ridho Ficardo menegaskan pendidikan menjadi hak semua anak bangsa tanpa terkecuali.

Alokasi dana Bosda yang dianggarkan dalam APBD tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri namun lembaga pendidikan swasta pun menerima.

Bagi Ridho, peningkatan mutu pendidikan serta pemerataannya harus dilakukan pada semua tingkat dan status, akan tidak adil jika Pemprov hanya menganakemaskan sekolah negeri.

Baca Juga:  DPC Partai Demokrat Pringsewu Solid Menangkan Ridho-Bachtiar

“Mendapat pendidikan yang layak adalah hak semua anak bangsa tanpa terkecuali, pendidikan di sekolah negeri maupun swasta mempunyai spirit yang sama dalam membentuk masa depan dan karakter siswa sebagi bekal mereka mentapa masa depan khususnya untuk ikut memberikan sumbangsih bagi Provinsi Lampung yang lebih maju sejahtera dan berdaya saing,” tegas Ridho saat silaturahmi dan pembinaan dengan Jajaran Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMA/SMK Kota Bandar Lampung, di GOR Saburai, baru-baru ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, mengalokasikan dana Rp35,6 miliar untuk membantu biaya pendidikan SMA dan SMK) dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran 2017/2018.

Bantuan biaya pendidikan ini berlaku untuk SMA/SMK negeri dan swasta. Bantuan tersebut merupakan upaya membantu siswa dari keluarga kurang mampu melalui seleksi, sehingga kualitas pendidikan terjaga.

Di Lampung terdapat 62 SMA dan 61 SMK negeri dan swasta dengan total 50.559 siswa.

Baca Juga:  Mantap, Tes Kejiwaan Ridho-Bachtiar Lancar

Menurut data Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, kuota Bosda 2017 untuk SMA sebanyak 8.481 siswa dan SMK 9.357 siswa.

Setiap siswa SMA dialokasikan mendapat Rp1,56 juta dan SMK Rp2,4 juta per tahun. Bantuan disalurkan dua kali yakni tiap semester, melalui rekening sekolah.

Penyaluran Bosda untuk siswa SMA dan SMK negeri di tiga kabupaten, yakni Lampung Barat, Lampung Utara, dan Way Kanan, juga dilakukan dengan mekanisme yang sama.

Sedangkan untuk siswa SMA dan SMK, alokasinya 30% dari total siswa. Di Lampung Barat sasaran Bosda meliputi 5.806 siswa SMA dan 3.238 siswa SMK. Bantuan untuk SMA Rp1 juta dan siswa SMK Rp1,1 juta.

Di Lampung Utara, alokasi Bosda sebanyak 4.971 siswa SMA dan 17.480 siswa SMK.

Sedangkan untuk Way Kanan, kuota BOSDA untuk 3.862 siswa SMA dan 11.501 siswa SMK. Siswa SMA di tiga kabupaten itu mendapat Rp1 juta dan siswa SMK masing-masing Rp1,140 ribu pertahun. (*)

Ridho-Bachtiar

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan