Ridho Minta Pembangunan Listrik Dikebut

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

BANDARLAMPUNG—Pemerintah Provinsi Lampung bersama PLN Distribusi wilayah Lampung terus mengebut pembangunan infrastruktur listrik di berbagai daerah sebagai komitmen terlaksananya Program Lampung Terang 2019. Hingga kini, masih tersisa 113 desa yang sedang dalam proses pembangunan.

Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dalam kunjungannya ke Kantor PLN Lampung menuturkan, Program Lampung Terang 2019 merupakan salah satu prioritas dalam program pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Bachtiar Basri.

Ridho menekankan, agar pembangunan listrik di 113 desa dapat dikebut sehingga masyarakat bisa cepat merasakan dampak positif dari adanya listrik. PLN disebutnya memiliki peranan penting dalam merealisasikan program tersebut.

“Rasanya kalau belum ada listrik itu belum merdeka. Meski jalan belum diaspal, kalau ada listrik anak-anak bisa belajar. Tapi jalan diaspal setebal apapun kalau tidak ada listrik rasanya belum merdeka. Ya bagaimana mau belajar kalau gelap gulita,” tegas Ridho, Senin (25/6).

Menurut Ridho, ketersediaan listrik sangat penting untuk pembangunan, terutama pembangunan sumber daya manusia di sektor pendidikan.

“Kemarin semasa kampanye, saya banyak berkeliling menemui masyarat. Banyak masyarakat menyampaikan ucapan terimakasih kepada saya desanya sudah teraliri listrik, oleh karenanya saya ingin berterimakasih kepada PLN yang telah bekerja keras dan profesional dalam mewujudkan program Lampung Terang 2019,” ungkapnya.

Oleh karena itu Gubernur Ridho Ficardo berencana membuat surat tertulis ucapan terimakasih yang ditujukan kepada Dirut PLN Pusat, yang menyatakan bahwa PLN Lampung sudah bekerja dengan sangat baik dan bersinergi dengan pemerintah daerah Lampung dalam mensejahterakan masyarakat.

“Jika dalam membangun PLN mungkin merasa sendiri, hari ini saya tegaskan kembali, bahwa keberhasilan PLN adalah keberhasilan kita bersama, oleh karenanya Pemprov Lampung siap bersinergi dalam pembangunan. Jika PLN membutuhkan dukungan, maka saya siap berada di belakang kalian, disamping kalian, bahkan didepan kalian jika dibutuhkan,” tegas Ridho.

General Manager PLN Distribusi Lampung Julita Indah saat menerima kunjungan Gubernur M.Ridho Ficardo di Kantor PLN Distribusi Lampung, senin (25/6) siang menyatakan, dari 2.640 desa yang ada di Lampung, saat ini hanya tersisa 113 desa yang sedang dalam proses pembangunan, agar pada tahun 2019, seluruh desa 100% dapat teraliri listrik.

Berbagai upaya dilakukan, dari mulai membuka jalur untuk pemasangan tiang, membangun pembangkit listrik tenaga surya, hingga membuat saluran kabel bawah laut untuk mengalirkan listrik ke pulau pahawang dan pulau pisang.

Sebagai gambaran, program Lampung Terang 2019 adalah program yang dicanangkan oleh Gubernur Lampung Ridho Ficardo bekerjasama dengan PLN distribusi Lampung untuk mengalirkan listrik ke desa-desa terisolir dan belum tersentuh aliran listrik.

Sejak awal menjabat, Ridho Ficardo bersama wakilnya Bachtiar Basri memang memasukkan pembangunan infrastruktur listrik di semua wilayah Lampung sebagai salah satu program prioritas. Program peningkatan rasio elektrifikasi Lampung perlu dikejar lantaran diusia kemerdekaan RI yang hampir 73 tahun, masih ada sekitar 16 persen wilayah Lampung yang belum teraliri listrik.

Pemprov Lampung dan PLN pun berhasil menyusun roadmap kelistrikan Lampung 2016-2021 yang kemudian dipercepat menjadi 2016-2019. Roadmap itu kemudian ditandatangani bersama pada 22 Mei 2017. Kesepakatan itu memuat dua agenda penting yakni listrik pedesaan dan penataan listrik perkotaan.

Pada 2017, tiga kabupaten dengan rasio eletrifikasi terendah mendapat prioritas yakni Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus dengan total 26 desa. Perinciannya, Lampung Barat sebanyak 17 desa, Pesisir Barat 7 desa, dan Tanggamus 2 desa.(*)

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan