Ridho Rehab Irigasi, Target Produksi Padi Tercapai

Ridho Rehab Irigasi, Target Produksi Padi Tercapai

Ridho-Bachtiar membenahi jaringan irigasi menjadi mantap 90% sebagai sarana prasarana pendukung utama pertanian. Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG – BERAGAM prestasi di bidang pertanian yang ditorehkan Ridho-Bachtiar selama kepemimpinannya 3 tahun di Pemprov Lampung, tidak lepas dari keseriusannya membenahi jaringan irigasi sebagai sarana prasarana pendukung utama.

Untuk diketahui, pada awal kepemimpinan duet solid ini, kondisi irigasi hanya mantap 40% pada 2014. Namun kini, hanya dalam kurun waktu 3 tahun, bangunan irigasi itu menjadi mantap 90%.

Kerja keras, termasuk melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat, diseriusi oleh M Ridho Ficardo. Utamanya untuk menaikkan anggaran pemeliharaan jaringan irigasi.

Sebab, mustahil Lampung dapat swasembada beras jika kondisi irigasi hanya mantap 40%. Usaha Ridho-Bachtiar pun bersambut. Rehabilitasi besar-besaran dilakukan.

Baca Juga:  Ridho Bentuk Percepatan Pembangunan Fasilitas KA

Baik pada jaringan irigasi primer, sekunder maupun tersier pada 2016 lalu. Dampaknya nyata. Lampung surplus air pertanian. Indeks pertanaman pun naik, dari 1,5 menjadi 1,8.

Patut dicatat, kenaikan indeks pertanaman tersebut membuat Lampung mampu memenuhi target produksi padi 2017 dari Kementerian Pertanian yakni 4,4 juta ton gabah kering giling (GKG).

Diakui Ridho, dengan rehabilitasi besar-besaran jaringan irigasi yang ada, menjadi lebih banyak lahan sawah yang bisa ditanami.

“Alhamdulilah, di tahun 2017, kondisi jaringan irigasi kita mantap 90%. Ini yang terbaik, karena tidak mungkin mantap 100%,” tutur Ridho Ficardo.

Dijelaskan, daerah irigasi yang masuk pola tanam Provinsi Lampung terdiri dari 9 yang menjadi kewenangan pusat dan 19 menjadi kewenangan Pemprov Lampung.

Baca Juga:  Pjs Gubernur Lampung Dorong Percepatan Program M Ridho Ficardo

Luas lahan yang mampu diairi mencapai 131.670 hektare. Namun, dengan sistem penggolongan, luas areal tanam bisa mencapai 241.562,75 hektare, dengan indeks pertanaman 1,8.

Ridho yang kembali berpasangan dengan Bachtiar pada Pilgub 2018 dengan nomor urut 1 ini terus terang mengakui, pencapaian kondisi irigasi mantap 90% itu berkat lobi-lobi intensif yang dilakukannya ke pemerintah pusat.

Dimana pada anggaran tahun 2016, Lampung mendapat gelontoran dana sebesar Rp 163,8 miliar.

“Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki 16 dari 19 daerah jaringan irigasi yang menjadi kewenangan Pemprov Lampung. Dan ini merupakan rehab besar-besaran yang pernah dilakukan Pemprov Lampung,” kata Ridho seraya menambahkan daerah irigasi itu tersebar di Pringsewu, Tanggamus, Lamsel, Lamtim, Lamteng, dan Lambar.

Baca Juga:  Habiskan Malam Pergantian Tahun, Ini Harapan Gubernur Ridho di 2018

Pada 2017, Pemprov Lampung tinggal melanjutkan perbaikan irigasi Semangko Tanggamus, Kalipasir, Lamtim, Way Kandis, Lamsel dan Way Napal, Pesawaran.

Meski telah mantap 90%, namun Ridho masih ingin terus memaksimalkan jaringan irigasi yang ada. Karena itu, ia mengusulkan penambahan empat daerah irigasi baru di Lamtim dan Lambar.

Ditambah dua rawa di Lamtim dan Lambar.

“Sehingga ada 10 ribu hektare lagi lahan yang indeks pertanamannya bisa ditingkatkan,” imbuh Ridho Ficardo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Lampung.

Ridho optimis, dengan berbagai realisasi program yang diwujudkannya bersama Bachtiar Basri selama 3 tahun terakhir ini, kehidupan masyarakat petani akan semakin membaik.

“Saya dan pak Bachtiar telah bertekad untuk melanjutkan program-program prorakyat yang benar-benar mengangkat peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Lampung,” ujar dia. (*) 

M.Ridho Ficardo Produksi Padi Rehab Irigasi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan