Risiko Bini Sosialita

Agui

Bandarlampung-Darti (nama disamarkan), usia 32 tahun, sejak menghadiri reuni SMA enam bulan lalu, terus bergaul dengan teman sekolahnya itu. Sejak itu juga dia langsung berubah, jadi bini lantaran mengikuti teman-temannya. Kini dia hobi shoping dan nongkrong di kafe. Suaminya, sebut saja Darti, usia 36 tahun tak tahan membiayai sang bini yang kian lama kian boros, lalu dia lebih memilh cerai.

Darto yang rutinitasnya sebagai tukang ojek online setelah terkena PHK dari kantornya beberapa bulan lalu, sejak bininya berbuah dia menderita lantaran tuntutan bini, yang terus minta duit buat nongkrog di kafe bersama tean-tema SMA-nya.

Tak cukup dengan penghasilan ojek online, Darto juga sering menjadi calo apa saja yang penting cair. Namun, hal itu usaha itu juga tak cukup menutupi kebutuhan bini, yang hamper tiap hari minta duit buat shoping.

Awalnya Darti merupakan sosok istri yang sederhana, sangat memahami profesi suami yang hanya sopir. Makan sehari-hari apa adanya, nasi putih yang berlaukkan kerupuk atau ikan teri. Sayur mayurnya juga hanya seputar sawi.

Perubahan sikap Darti

terjadi semenjak ikut reuni teman-teman di SMA. Dia jadi suka ngelayap sampai malam, karena diajak makan-makan di restoran. Karena malu hanya modal cangkem doang, sekali-kali Darti yang kebagian nraktir teman-teman. Padahal sekali jadi “cukong” nilainya bisa sampai Rp1 juta, karena menunya kadang ikan arwana.

Bukan itu saja. Jika diajak ke pertokoan besar atau departemen store, malu Darti hanya jadi penonton. Musti ikut-ikutan beli tas atau sepatu, padahal harganya juga juta-jutaan. Gila nggak, hanya bini tukang ojek online kok bermimpi punya tas Hermes. Mbok suami sampai kena herpes, tak mungkinlah bisa memenuhi keinginan istrinya. Padahal jika dinasihati, Darti malah memojokkan suami, “Makanya jangan jadi tukang ojek online, tapi jadi sopir Lampung-Jedah, atau Jakarta-New York gitu.”

Untuk mengimbangi gaya hidup istri, ingin rasanya Darto beternak kalajengking yang bisanya seliter laku Rp145 miliar. Namun, Jokowi cuma guyonan.

Menurut tetangganya, Darti ini memang cantik. Meski sudah 12 tahun jadi istri tukang ojek online, tetap saja cantik. Tapi gara-gara pengaruh teman, kini hobinya ke salon melulu, agar kecantikannya tersebut tetap terpelihara. Lagi-lagi asal dinasihati, Darti malah mengeluarkan kata-kata menyakitkan. “Tahu nggak Mas, aku dulu sebetulnya nggak mau sama kamu. Tapi karena kata bapak sampeyan itu santun dan seiman, saya dipaksa mau jadi istrimu.”

Coba, itu kan sama saja memperbesar kemaluan… ehsalah, makdusnya rasa malu Darto. Tapi demi cintanya pada istri, Darto memaksakan diri pinjam sana pinjam sini. Itu pun tak nguber.

Paling gila, karena teman-teman banyak tinggal di real estate, Darti minta ke Darto beli rumah DP nol rupiah di Purwanti Lee. “Itu nama bos SGC bukan perumahan, goblok,” kata Darto kesal.
Gara-gara diperas istri, Darto kini sering dilanda stress. Jika terus-terusan begini, alamat tak bisa menyaksikan Indonesia bubar tahun 2030, mengutip pernyataan Prabowo.

Mumpung belum terlambat, Darto harus berpikir realistis. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk bercerai.

2,976 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan