Riwayat Hubungan Antara Chusnunia Chalim dan Mustafa Sejak 2012 Silam Dibuka KPK

Status Pertama Kali Chusnunia Chalim dan Mustafa Bertemu: DPR RI Dapil II dan Wabup Lampung Tengah

Chusnunia Chalim diperiksa atas statusnya sebagai mantan Bupati Lampung Timur yang menurut Mustafa sendiri bahwa keduanya aktif berdialog atas statusnya sesama bupati untuk mempersiapkan uang Rp18 M nominal uang pada akhirnya, untuk biaya perahu politik Mustafa. Sedianya uang yang akan disiapkan Mustafa adalah Rp30, kemudian sampai pada angka Rp18 M. Uang tersebut merupakan mahar politik agar mendapatkan dukungan PKB saat Mustafa nantinya maju pada Pilgub Lampung 2018 silam. Foto: Ricardo Hutabarat

Fajar Sumatera – Chusnunia Chalim dihadirkan KPK dan diperiksa sebagai saksi di persidangan atas statusnya selaku mantan Bupati Lampung Timur.

Nunik sapaan akrabnya diperiksa atas perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan KPK kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 4 Maret 2021.

Sepanjang persidangan, jaksa KPK fokus menggali informasi mengenai aliran uang dari Mustafa untuk keperluan membeli dukungan Partai Kebangkitan Bangsa [PKB] ketika ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung pada Pilkada 2018.

Diketahui Mustafa memberi Rp 18 M setelah sebelumnya aktif melakukan pertemuan dengan Nunik, yang kala itu adalah elite DPP PKB. Tepatnya Wasekjen DPP PKB. Uang Rp 18 M itu adalah hasil komitmen Mustafa dengan Nunik, yang kemudian pemberian uang tersebut melibatkan Midi Iswanto, Khaidir Bujung, Paryono, Rizani, Darius Hartawan.

Dari sejumlah fakta persidangan, uang tersebut bersumber dari Mofaje Caropeboka, yakni senilai Rp 14 M. Sisanya Rp 4 miliar bersumber dari ijon proyek Dinas Bina Marga Lampung Tengah.

Ketika diperiksa, jaksa KPK mula-mula mempertanyakan awal mula perkenalan Chusnunia Chalim dengan Mustafa. Pertemuan mereka di awali ketika Nunik adalah anggota DPR RI dari Dapil II dan Mustafa adalah Wakil Bupati Lampung Tengah saat tahun 2012.

Setelah pertemuannya itu, Mustafa menjadi Bupati Lampung Tengah atau Lamteng. Dan Chusnunia Chalim menjadi Bupati Lampung Timur atau Lamtim. Status orang nomor 1 di kabupaten itu diemban keduanya berselang dari 3 tahun pertemuan sebelumnya.

Baca Juga:  Sosok Pria yang Diduga Alami Delirium Hingga Bakar Proyek Renovasi GOR Saburai Senilai Rp 5 Miliar Lebih

Berikut transkrip percakapan atas jawaban yang dilontarkan Nunik. Transkrip ini berdasar pada rekaman visual yang dilakukan reporter Fajar Sumatera di ruang sidang.

”Mulai kenal bapak Mustafa ketika bersilaturahmi saat itu beliau wakil bupati. Kami berkegiatan bersama di Kabupaten Lampung Tengah,” jawab Nunik setelah sebelumnya mengaku pernah diperiksa oleh penyidik KPK dan mengamini bahwa keterangannya tersebut adalah benar dan tanpa paksaan dari penyidik serta telah membaca surat BAP miliknya.

”Saat itu saya anggota DPR RI dari Dapil II, dimana salah satunya adalah Kabupaten Lampung Tengah,” imbuh Nunik perihal status dirinya saat bertemu dengan Mustafa.

”Saat itu berkegiatan bersama dengan pengurus PKB Lampung Tengah,” jelas Nunik perihal konteks pertemuan dia dengan Mustafa.

“Saat itu bertemu sekira 2012, pertama kali jumpa di acara kegiatan di salah satu kecamatan di Lampung Tengah,” ungkap Nunik perihal keterangan waktu saat ia bertemu dengan Mustafa.

”Yang saya tahu beliau sebagai wakil bupati Kabupaten Lampung Tengah,” tutur Nunik perihal status Mustafa saat pertama kali mereka bertemu.

”Yang saya ketahui bapak Mustafa bersama saya dilantik di pelantikan serentak hasil Pilkada 2015 yang lalu di bulan Februari 2016,” kata Nunik mengenai pengetahuannya perihal jabatan bupati yang diemban Mustafa.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Chusnunia Chalim KPK Mustafa Nunik PKB PN Tipikor Tanjungkarang

Posting Terkait