RSUD Abdul Moeloek Rusak Marwah Pemprov Lampung

Rapat dengar pendapat Komisi V DPRD Lampung dengan RSUD Abdul Moeloek dengan BPJS | Foto: Brama/Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Meninggalnya pasien BPJS kelas 3 Muhammad Rezki Mediansori warga Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan pada 10 Februari 2020 kemarin yang diduga ditelantarkan oleh Rumah Sakit Abdul Moeloek menjadi bukti bobroknya pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung  serta lalainya pihak rumah sakit dalam menjalankan kewajiban sebagaiamana yang di atur dalam  Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit.

Itu terungkap pada rapat dengar pendapat Komisi V DPRD Provinsi Lampung bersama jajaran Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek dan BPJS Kesehatan, Kamis (13/2).

Baca Juga:  Terseret Kasus Mustafa, Nunik Rusak Citra Pemprov Lampung

Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Syarif Hidayat mengatakan Rumah Sakit Abdul Moeloek diduga tidak menjalankan Permenkes nomor 4 tahun 2018 tentang kewajiban rumah sakit.

Bedasarkan kronologi penuturan keluarga korban, pelayanan gawat darurat kepada mendiang Muhammad Rezki Mediansori tidak sesuai standar pelayanan kegawatdaruratan dari rumah sakit tersebut.

“Pertama, lambatnya pelayanan tindakan oleh dokter spesialis dimana pasien harus menunggu kedatangan dokter spesialis dari pukul 22:00 hingga pukul 15:00 WIB,” kata Syarif Hidayat.

Baca Juga:  Pemprov Gelar Bimtek Soal Jalan dan Jembatan

Kedua, lanjut dia, berdasarkan riwayat hasil diagnosa rujukan Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan, dimana kondisi yang dialami pasien sudah sangat menurun sehingga sudah seharusnya diberikan tindakan medis yang cepat dan bukan sebaliknya pasien seperti di pingpong harus berpindah-pindah ruangan meskipun dalam kondisi kritis.

Di lain sisi, Anggota DPRD Lampung dari Fraksi Demokrat Deni Ribowo menegur keras pihak Rumah Sakit Abdul Moeloek atas kelalaian dan buruknya pelayanan di rumah sakit tersebut.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Tindak Lanjuti MoU Pengembangan Pelabuhan Panjang

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi potret buruknya pelayanan yang ada di Rumah Sakit Abdul Moeloek dan telah mencoreng marwah Pemerintah Provinsi Lampung.

Ia meminta rumah sakit dan BPJS lebih peka dan optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan serta sudah seharusnya seluruh rakyat dilayani dengan baik dan mendapatkan perlakuan yang sama tanpa adanya perbedaan.

DPRD Lampung sepakat bersama dengan BPJS dan pihak Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk bersama-sama mengevaluasi dan memperbaiki pelayanan di rumah sakit tersebut menjadi lebih baik lagi kedepan.

“Harapanya, tidak terulang lagi kejadian seperti itu di Rumah Sakit Abdul Moeloek,” pungkas Deni. (BM)

DPRD Lampung Pasien BPJS Meninggal Pemprov Lampung RSUD Abdul Moeloek

Posting Terkait