RSUD Pesawaran Butuh Tambahan Ventilator

Pesawaran,(FS) – pemerintah kabupaten pesawaran mengajukan permintaan bantuan ventilator atau alat bantu pernafasan terhadap kementrian kesehatan (Kemenkes) RI, dikarenakan keterbatasan jumlah alat pernafasan yang tersedia pada rumah sakit umum daerah kabupaten pesawaran, terlebih saat melonjaknya jumlah kasus covid-19 sejak beberapa waktu terakhir, yang menyebabkan keterbatasan pihak medis dalam melakukan tindakan kepada pasien.

Di ketahui pihak RSUD pesawaran baru memiliki 1 (satu) unit alat bantu ventilator atau alat bantu pernafasan yang di gunakan mencover pasien di rumah sakit, hal tersebut disampaikan direktur RSUD pesawaran, Drg Yasmin, saat di hubungi fajar Sumatra melalui phone Cell pribadinya,

“saat ini Rumah sakit daerah kabupaten pesawaran,sudah memiliki alat bantu pernafasan atau ventilator, namun dengan meningkatnya kasus Coronavirus desease 2019 (covid-19) di provinsi lampung, khususnya kabupaten pesawaran,untuk itu RSUD melalui pemerintah daerah mengusulkan untuk mendapatkan bantuan terkait penambahan alat bantu pernafan ke kementrian kesehatan RI,” jelasnya

Sedangkan untuk rumah sakit umum derah Pesawaran, tambah, Drg Yasmin marlina Wati MHSM, mengungkapkan mengenai usulan penambahan ventilator kepada kementrian kesehatan RI telah di sampaikan
Ke pemerintahan provinsi lampung,

“Dengan harapan besar mengingat keberadaan ventilator sangatlah di perlukan, dalam rangka mengantisipasi serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terlebih di era Pandemi covid -19, sekiranya dapat segera di realisasikan,” tambahnya.

Di sisi lain, kepala dinas kesehatan kabupaten pesawaran, Ir . Harun Trijoko M.kes, membenarkan atas kondisi RSUD pesawaran yang kini , harus memfasilitasi pelayanan dengan satu ventilator,
“Selayaknya satu alat bantu pernafasan atau ventilator, di pakai untuk satu pasien, semoga saja , di masa gelombang kedua covid-19 , RSUD pesawaran sebagai pelaksana kegiatan medis bisa memiliki tambahan ventilator,” ujarnya

Dalam melakukan penambahan ventilator, ditambah harga yang cukup mahal hingga mencapai 200 juta rupiah, keterbatasan anggaran pemerintah yang menjadi kendala,

“Ventilator merupakan salah satu peralatan medis yang cukup mahal yakni sekitar Rp200 juta lebih, namun Karena keterbatasan anggaran menjadi kendala bagi pihaknya untuk melakukan penambahan,” tutupnya. ( DP )

Posting Terkait