Saat Mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim Bersaksi, Midi Iswanto Tersenyum Selama 15 Detik

Chusnunia Chalim Takut Ditersangkakan KPK Bila Kembalikan Sisa Uang Biaya Perahu Politik

Ketika diperiksa, Chusnunia Chalim disebut KPK patut diduga mempengaruhi seorang saksi agar mengakui telah menerima uang Rp 150 juta dan menggunakannya untuk membangung kantor DPC PKB Lampung Tengah. KPK telah mengantongi kesaksian orang yang tahu tentang niat Chusnunia Chalim tersebut. Namun Chusnunia Chalim mampu menjamin bahwa hal tersebut tidak pernah dilakoninya. Foto: Ricardo Hutabarat

Fajar Sumatera – Midi Iswanto, seorang anggota DPRD Lampung dari Partai Demokrat terlihat menorehkan senyuman sembari memegangi hidungnya selama ia duduk di hadapan majelis hakim untuk dimintai kesaksiannya. Sekilas Midi ingin tertawa, namun urung dilakukan.

Dari perekaman visual yang dilakukan Fajar Sumatera di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 4 Maret 2021, Midi Iswanto melakoni hal tadi selama kurang lebih 15 detik.

Apa yang dipamerkan Midi Iswanto itu tepatnya terjadi saat mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim ditanya jaksa sebagai penuntut umum dari KPK perihal ada atau tidak Chusnunia Chalim menerima uang senilai Rp150 juta dari Midi.

Sebab dalam kesaksian Midi Iswanto, ia mengatakan bahwa dirinya ia telah memberikan uang Rp 150 juta kepada Chusnunia Chalim. Uang itu adalah bagian dari Rp 18 M milik terdakwa Mustafa, mantan Bupati Lampung Tengah.

Baca Juga:  Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi Dana Covid-19 di Lampung Timur, Sekda Syahrudin Putera Diperiksa?

Uang Rp 18 M ini merupakan biaya yang dikucurkan Mustafa agar PKB memberikan dukungan kepadanya yang saat itu ingin mencalonkan diri sebagai gubernur pada Pilgub Lampung 2018.

Uang tersebut diberi Mustafa usai Mustafa bertemu dengan Chusnunia Chalim di Wiseman Coffee House. Namun pada akhirnya PKB tidak memberikan dukungan sehingga uang dari Mustafa harus dipulangkan.

Uang Rp 18 M dari Mustafa diyakini Midi tidak dapat kembali utuh pulang ke Mustafa, sebab sebagian uang senilai Rp 1.150.000.000 telah dipergunakan Chusnunia Chalim.

Chusnunia Chalim atau Nunik sapaan akrabnya mengatakan bahwa uang Rp 150 juta dipinjamnya dari Midi. Kendati ia ingat telah meminjam uang dari Midi, Nunik lupa bagaimana uang itu sampai ke tangannya; apakah diterima secara langsung atau melalui orang lain.

Nunik mengatakan uang itu diterima sekira tahun 2016. Sebab waktu itu menurut dia hubungannya dengan Midi Iswanto masih baik-baik saja.

Baca Juga:  Usai Diperiksa KPK 8 Jam, Nunik Bungkam

Penggunaan uang tadi disebut Nunik adalah untuk keperluan tukang. Tukang yang dimaksud dia adalah bagian dari biaya pembangunan gedung DPC PKB Lampung Tengah.

Pada saat menjelaskan hal itu, Nunik memberitahu bahwa pada 2016 ia menerima uang tersebut dari Midi. Lalu oleh Nunik uang itu diberikannya kepada Ketua DPC Lampung Tengah Slamet Anwar melalui Muslimin.

Pada momen ketika jaksa sebagai penuntut umum membacakan BAP milik Chusnunia Chalim, di situ lah Midi mulai tersenyum-senyum.

Setelah itu, jaksa mengatakan kepada Nunik, bahwa lokasi tempat Nunik duduk adalah pengadilan. Jaksa menyarankan agar Nunik berkata jujur dan tidak berbohong sebab ada konsekuensi hukum bila berbohong di ruang persidangan.

Mendapat saran itu, Nunik berkata, ‘iya, siap’ sambil menganggukkan kepala.

Jaksa kemudian mengatakan bahwa KPK telah mengantongi keterangan dari seorang saksi, bahwa Chusnunia Chalim telah 2 kali menghasut Slamet Anwar agar nantinya mengaku saja telah menggunakan uang Rp 150 juta.

Baca Juga:  Komjak Minta Berkas Pemeriksaan Oknum Jaksa ke Kejagung yang Muncul di Tiap Kasus Hasil OTT KPK

Jaksa menguraikan bahwa selain Nunik secara langsung menghasut Slamet Anwar, Nunik juga menyuruh seseorang agar menyampaikan hal serupa kepada Slamet Anwar.

Mendengar hal itu, Nunik tetap ingkar dan membantah. Setelahnya jaksa tidak mempersoalkan jawaban Nunik, sebab pada akhirnya keterangan perihal penghasutan yang dilakukannya telah dikantongi KPK.

Belakangan diketahui, sosok saksi yang disebut-sebut jaksa tadi memberitahu perihal perilaku Nunik adalah Slamet Anwar sendiri.

Midi Iswanto nyatanya telah menyerahkan bukti pencatatan penggunaan aliran uang Rp 18 M milik Mustafa kepada KPK. Dalam catatan itu, Midi menuliskan keterangan aliran uang yang diberikan kepada Nunik.

Reporter Fajar Sumatera menanyakan keseriusan Midi Iswanto perihal kesaksiannya menyoal aliran uang kepada Nunik. Midi Iswanto justru tidak gentar dan siap bila Nunik nantinya melaporkannya ke aparat penegak hukum apabila Nunik merasa kesaksiannya adalah bohong.

Sementara itu, Nunik tak memberikan merespons saat ditanya reporter Fajar Sumatera perihal kesediaannya untuk melaporkan Midi Iswanto ke aparat penegak hukum apabila menurutnya kesaksian Midi adalah bohong dan fitnah. Ia hanya melengos bersama suaminya menuju pintu keluar dari pengadilan.

Majelis hakim pada saat persidangan berjalan selalu mengatakan dan mengimbau agar para saksi tidak mencoba-coba berbohong di ruang persidangan. Penegasan itu berulang-ulang kali disampaikan hingga majelis hakim berpendapat bahwa keterangan para saksi yang hadir dominan adalah bohong.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Chusnunia Chalim KPK Midi Iswanto Mustafa PN Tipikor Tanjungkarang

Posting Terkait