Saksi KPK Ini Mengaku Hanya Diperiksa Kejaksaan Agung, Mabes Polri Tidak 

Taufik Rahman Akui Adik Mantan Jaksa Agung Prasetyo dan Sosok Wartawan Dapat Paket Proyek dan Diprioritaskan

Taufik Rahman memberikan kesaksian di persidangan dakwaan KPK ke mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, Kamis, 11 Februari 2021. Saat itu Taufik Rahman memberikan kesaksian yang berkaitan dengan beberapa sosok, di antaranya Aziz Syamsudin, Sri Widodo. Juga membeberkan aliran uang ke parpol seperti PKB, dan Hanura. Foto: Tinus Ristanto.

Fajar Sumatera – Sepanjang proses pembuktian dakwaan suap dan gratifikasi yang dilekatkan KPK kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, muncul sejumlah keterangan dari para saksi soal catatan-catatan yang di dalamnya menerangkan adanya pembagian uang hasil pungutan ijon proyek Dinas Bina Marga Pemkab Lampung Tengah ke institusi Kepolisian dan Kejaksaan.

Saksi yang memulai pengakuan perihal hal itu, ialah Rusmaladi alias Ncus, seorang ASN di Pemkab Lampung Tengah. Kendati ia adalah ASN. Namun oleh Kadis Dinas Bina Marga bernama Taufik Rahman, ia ditugasi juga untuk mencatat, penerimaan dan pengeluaran uang hasil pungutan ijon proyek yang diberikan oleh kontraktor.

Baca Juga:  Hendri Yandri: PNS Pesawaran yang Diduga Jadi Kurir Uang Proyek Dinas PU-PR Lampung Utara

Dalam catatannya, pernah suatu waktu seorang ajudan Mustafa bernama Erwin Mursalim alias Danam, yang adalah anggota Polri, ia berikan uang senilai Rp250 juta. Uang itu disebutnya pada 4 Februari 2021 di PN Tipikor Tanjungkarang, untuk keperluan kegiatan trail, yang dalam paparannya turut menyebut Polda Lampung.

Erwin disebutnya kerap menjadi penyambung ketika ada keperluan uang untuk pengamanan ke lembaga penegak hukum, disebut Ncus sebagai jatah bulanan.

Setelahnya, Taufik Rahman dihadirkan KPK sebagai saksi pada 11 Februari 2021. Menurut catatan miliknya yang diungkap oleh pengacara Mustafa, bahwa aliran uang yang dikumpul-kumpulkan dari ijon proyek memanglah dibagi-bagi ke lembaga penegak hukum sebagai bentuk pengamanan.

Baca Juga:  Rekam Jejak Persoalan Hukum yang Pernah Dijalani Musa Ahmad

Saat Taufik Rahman bersaksi, muncullah fakta persidangan perihal penyebutan nominal uang sekitar Rp7 miliar untuk pengamanan. Uang itu dibagi dalam 2 bagian: untuk Police sekitar Rp5,5 miliar. Untuk timbangan, sekitar Rp1,5 m.

Taufik Rahman mengaku hanya diperiksa oleh Kejaksaan Agung tapi tidak pernah diperiksa oleh Mabes Polri. Kejaksaan Agung memeriksa Taufik di Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung pada 1 Maret 2019.

Ia mengaku tidak paham perihal kepada siapa saja uang miliaran rupiah itu digelontorkan. Pengetahuan perihal siapa saja yang menerima uang hasil ijon proyek itu, dilimpahkannya kepada Erwin Mursalim dan ajudan Mustafa lainnya. Sebab menurut Taufik, mereka-mereka lah yang mengurusi pembagian jatah tersebut.

Seorang saksi lainnya bernama Indra Erlangga, yang juga diperintahkan Taufik Rahman untuk melakukan pencatatan turut menguak perihal pembagian uang-uang tersebut. Sama seperti keterangan Rusmaladi dan Taufik Rahman. Indra Erlangga dihadirkan sebagai saksi oleh KPK pada 18 Februari 2021.

Baca Juga:  Lapas dan Rutan di Lampung Diminta KPK Untuk Punya Data Kuat Soal Implementasi Kebijakan Program Asimilasi

Ketika Taufik Rahman menjadi saksi, Mustafa meminta penjelasan kepada Taufik perihal penggunaan-penggunaan uang yang dikumpulkan itu. Sebab memang, Mustafa adalah aktor yang memberi perintah kepada Taufik agar mengakomodir kebutuhannya sebagai bupati yang kemudian kebutuhan bupati dipenuhi melalui uang dari kontraktor.

Ketika Mustafa diberi kesempatan untuk bertanya dan memberi tanggapan, Mustafa menyebut sekilas perihal sumbangan uang untuk pembangunan Mako Brimob. Sepanjang Mustafa berbicara, ia atau pihak lain di dalam persidangan tidak bertanya lebih jauh perihal sumbangan atas pembangunan Mako Brimob yang dimaksud Mustafa.

Namun yang jelas, konteks pembangunan Mako Brimob tersebut memang pernah berlangsung. Tepat pada 14 Agustus 2017, peletakan batu pertama pembangunan Mako Brimob yang berlokasi di Kecamatan Anak Tuha tersebut, dilakukan langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Soejarno dan saat itu ditemani Mustafa dan Kasat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Imam Santoso.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Chusnunia Chalim Kejaksaan Agung KPK Mabes Polri Mustafa PN Tipikor Tanjungkarang

Posting Terkait