Salurkan Kreativitas, Tahanan Wayhui Bentuk Rubal Band

Tinus | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Menjadi tahanan memang membuat kebebasan menjadi sangat terbatas. Namun, semangat berkreativitas tidaklah boleh berhenti.

Begitulah yang terjadi di Rutan Kelas IA Wayhui, Bandarlampung. Tahanan di sini bisa menyalurkan bakat seninya lewat kegiatan bermusik.

Seperti diketahui bersama, rutan atau rumah tahanan kerap diindentikan dengan suasana yang menakutkan. Begitu juga dengan kondisi para tahanannya, yang sering dibayangkan masyarakat mengalami depresi akibat hukuman yang mereka jalani.

Baca Juga:  Oknum Sipir Ikat Napi Rutan Way Hui di Pohon

Namun, berbeda dengan bayangan menakutkan yang dipikirkan, di Rutan Wayhui, sebagai pemacu semangat menjalani hidup, para tahanan dibebaskan untuk mengembangkan bakatnya, khususnya bakat bermusik.

Seperti yang dilakukan oleh Rubal Band, yang terbentuk dan beranggotakan para tahanan.

Mereka sepakat menyatukan fikiran dan semangatnya di grup ini, bermaksud melampiaskan kebosanan manjalani masa penahanan.

Para anggota menyalurkan bakat dan sepakat mengambil nama singkatan rutan Bandarlampung, menjadi nama grup band mereka.

Baca Juga:  19 Napi Rajabasa Potensi Bikin Rusuh

Dengan piawai, para tahanan ini begitu mahir dalam memainkan alat musik dan lantunan lagu dan dengan tujuan selain menghibur diri mereka sendiri, band yang dinahkodai oleh Ricky Ficardo ini juga bertujuan untuk mengangkat nama baik rutan yang telah memberikan kesempatan pada mereka untuk mengembangkan bakat bermusiknya.

Ricky Ficardo, personel Rubal Band, mengakui, keberadaan band ini tidak lepas dari program pemibinaan keterampilan yang digalakan pihak rutan.

“Dengan penyaluran bakat ini, diharapkan para tahanan tidak mengalami kejenuhan semasa dibalik jeruji besi. Bahkan nantinya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” timpal Rony Kurnia, Kepala Rutan Kelas IA Bandarlampung, Sabtu (18/1).

Baca Juga:  4 Pengedar Narkoba Divonis 12 Tahun

Dengan bermain musik, dapat membuat para napi ini menyampaikan kegundahan hati yang mereka lantunkan dalam sebuah lagu dan begitu juga dengan petugas rutan bersama para tahanannya.

Keduanya berkolaborasi dengan bernyanyi bersama, serta lebih saling mengenal dan mengerti satusama lain.(TN)

Napi Rubal Band Tahanan Wayhui

Posting Terkait