Sampai Agustus, Diskes Pesawaran Terbitkan 340 SKS

Pesawaran (FS)- Dinas Kesehatan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pesawaran, sampai bulan Agustus 2020 ini, sudah mengeluarkan 340 surat keterangan sehat (SKS) untuk masyarakat yang mau melakukan perjalanan keluar Kabupaten Pesawaran.

Kepala Bidang Medis dan Keperawatan RSUD Pesawaran, Drg. Andika mewakili Direktur RSUD Pesawaran Yasmi mengungkapkan, bahwa saat ini RSUD Pesawaran sudah mengeluarkan SKS hingga 340 lembar, semua surat yang di keluarkan RSUD Pesawaran tidak dipungut biaya sedikit pun alias gratis.

“Sudah 340 lembar SKS yang telah di keluarkan untuk keperluan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke luar Pesawaran. SKS yang di keluarkan terhitung dari bulan Juni sebanyak 95 lembar, Juli 100 lembar dan bulan Agustus sebanyak 145 lembar. Dari sekian banyak SKS dikeluarkan, lebih banyak di peruntukan bagi para ASN pemkab setempat karena diperuntukan perjalanan dinas,” titur Andika kepada media “fajar sumatra” di ruang kerjanya, Senin (10/8/2020).

Masih kata Andika, SKS ini bisa di keluarkan bagi masyarakat yang sudah melakukan rapid test dan dinyatakan tidak reaktif.

“Apabila masyarakat ingin mendapatkan surat keterangan sehat dari RS, namun dia tidak melakukan rapid test di RS, maka orang tersebut harus menunjukan hasil rapid test-nya dan bukti surat dari tempat dia melakukan rapid test tersebut.
Misalnya, dia melakukan rapid test di rumah sakit, maka dia harus menunjukan bukti tersebut,” tuturnya.

Andika menjelaskan, apabila dalam rapid test ada di temukan reaktif maka RSUD Pesawaran memastikan tidak akan mengeluarkan surat keterangan sehat tersebut. Untuk masyarakat tersebut tidak diperkenankan berangkat dan akan ditindaklanjuti dengan dirawat untuk dilakukan uji swab.

“Jika surat itu tetap kita keluarkan, maka akan berbahaya untuk semua orang. Maka dari itu hasil rapid test untuk berpergian keluar Kota memang sesuai hasil Rapid Test setiap masyarakat,”terangnya.

Menurut Andika, pembuatan surat bebas Covid-19 di Kabupatem Pesawaran di peruntukan bagi masyarakat Pesawaran yakni, warga yang kurang mampu, pelajar, pesantren dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pesawaran maupun pegawai swasta, yang ingin melakukan perjalanan dinas diberikan secara cuma-cuma alias gratis tanpa dipungut biaya apapun.

Meskipun pemberian surat bebas Covid-19 dengan melakukan pemeriksaan rapid test diberikan secara gratis, kata dia, ada beberapa ketentuan yang harus dilengkapi untuk mendapatkan surat tersebut.

“Kami dari pihak RSUD Pesawaran melalui Dinkes setempat memang membantu semua masyarakat hendak melakukan perjalanan tugas atau dinas keluar Pesawaran, dengan cara mengeluarkan surat bebas Covid-19 yang diberikan secara gratis
Namun pemohon harus membawa surat tugas secara resmi dari perusahaannya baik itu ASN maupun pegawai swasta,” tandasnya

Sementara itu, tambah Andika, sesuai dengan intruksi Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, menyebutkan bahwa pembuatan SKS gratis juga di peruntukan bagi pelajar atau mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Pesawaran maupun Lampung. Tapi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh mereka diantaranya, pelajar atau mahasiswa harus warga asli Pesawaran dengan diperkuat identitas diri.

” Kemudian harus ada surat keterangan tidak mampu dari desanya. Hal tersebut untuk mastikan kebenaranya. Kalau sudah ada persyaratan tersebut mereka bisa melakukan rapid test di RSUD Pesawaran,”ungkapnya.

Sehubungan dengan tidak di pungutnya biaya sepeser pun atas pembuatan SKS, menurut Andika, hal ini berdasarkan Peraturan Bupati (Perbub) Pesawaran no. 17 tahun 2020 tentang pelayanan kesehatan gratis di kabupaten setempat.

“Biasanya masyarakat awam bila mendengar kata pengobatan ” gratis’ hal itu dianggap sama semua. Padahal ada ketentuan-ketentuan yang di katagorikan gratis. Artinya tidak semua pelayanan kesehatan gratis,”imbuhnya.

Lebih lanjut Andikan mengatakan, selain pelayanan gratis, harus mempunyai beberapa persyaratan dalam memperoleh pelayanan kesehatan gratis, diantaranya masyarakat yang tidak terlindungi oleh jaminan asuransi atau BPJS, untuk kunjungan poliklinik rawat jalan, pasien harus menunjukan KTP dan KK serta surat rujulan dari puskesmas, sama halnya untuk pelayanan kegawat daruratan (IGD).

“Begitu pun dengan jenis pelayanan kesehatan gratis, seperti pelayanan istalasi IGD 24 jam, pelayanan rawat jalan meliputi poliklinik umum, bedah, anak, penyakit dalam, kebidanan, gigi. Kemudian pelayanan farmasi, pelayanan rawat inap, pelayanan laboratorium, pelayanan Radiologi dan pelayanan gigi,” tandasnya. (DP/Zainal)

Posting Terkait