Samsul Hadi Minta Mega Proyek KIM Dikaji Ulang Terkait Izin Lokasi

Wakil Bupati Tanggamus, Samsul Hadi. (Ist)

TANGGAMUS – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kabupaten Tanggamus, Samsul Hadi, meminta mega proyek KIM (Kawasan Industri Maritim) dari Kementerian Pertahanan RI, terkait pembangunan tiga perusahaan BUMN yang terdiri dari Perusahaan Perindustrian Angkatan Darat (Pindad), Dirgantara Indonesia (DI), dan Perusahan Armada Laut.(PAL), di kaji lebih dalam terkait masalah izin.

Pasalnya, pembangunan mega proyek di wilayah Pekon Limau, Tanggamus tersebut, masih sengketa status kepemilikan tanah. Dimana tanah Adat Ulayat milik Sultan Limau yang diterbitkan pada tahun 1060 oleh Kerajaan Belanda, belum bisa dipercaya sepenuhnya.

“Saya belum mengetahui keabsahannya, apakah itu benar atau tidak. Terlepas dari hal itu, saya akan koordinasikan terlebih dahulu bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanggamus,” tegas Samsul, Jumat (22/9)

Baca Juga:  Lampung Targetkan Bangun Kawasan Industri Maritim

Untuk itu, Samsul berharap, pembangunan mega proyek ini jangan terlalu tergesa-gesa. Karena, sudah banyak Negara luar yang telah menanam saham untuk pembangunan proyek tersebut.

“Seperti Korea dan Jepang, dua negara ini paling banyak menyumbangkam dana. Jika semua status sudah jelas, maka pembangunan ini akan berjalan dengan sendirinya,” tandas mantan Kepala SDN 1 Gisting Tanggamus ini.

Untuk diketahui, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu, telau melakukan kunjungan ke Tanggamus Kamis (24/8) lalu. Kunjungan itu dalam rangka meninjau Kawasan Industri Maritim (KIM) Tanggamus yang berlokasi di Pekon Ketapang, Kecamatan Limau.

Baca Juga:  Lampung Targetkan Bangun Kawasan Industri Maritim

Menhan Ryamizard, menyampaikan, bahwa tujuannya datang ke Pekon Ketapang, Kecamatan Limau adalah murni untuk meninjau KIM. Hal ini lantaran industri pertahanan yang ada di Pulau Jawa, lokasinya sudah tidak layak lagi.

“Kami sudah melaksanakan survei ke beberapa daerah (di Indonesia) untuk menentukan lokasi yang cocok untuk membangun industri pertahanan. Dan saya rasa lokasinya cocok. Sebab lahannya cukup luas, lautnya tidak dangkal, dan tidak terlalu rawan dengan gempa. Dan yang terpenting, hasil (survei) ini akan kami laporkan kepada Bapak Presiden RI,” ujar menteri kelahiran Sumatera Selatan itu.

Baca Juga:  Lampung Targetkan Bangun Kawasan Industri Maritim

Ryamizard juga menyebutkan, bahwa produk industri Pertahanan Indonesia sudah diakui kualitasnya oleh dunia internasional. Hal itu terbukti dengan adanya beberapa negara yang membeli produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Indonesia.

“Di Kawasan Industri Maritim Tanggamus ini dan jika Pak Presiden setuju, nantinya berdiri tiga perusahaan BUMN. Antara lain PT. PINDAD, PT. PAL, dan PT. Dirgantara Indonesia (DI),” ungkap Ryamizard.(SB/CD)

2,136 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Kawasan Industri Maritim KIM Tanggamus

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan