Sebar Ujaran Kebencian, Warga Tanjungkarang Timur Dipidana 2 Tahun

Tinus | Fajar Sumatera

BANDAR LAMPUNG – Lantaran ulahnya menyebar ujaran kebencian di laman akun media sosial Facebook. Seorang warga Tanjungkarang Timur, harus menerima vonis dari hakim dengan hukuman pidana selama 2 tahun dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp5 juta.

Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang, kembali menggelar sidang lanjutan perkara pelanggaran ITE, atas nama terdakwa Barmawi AR (50).

Baca Juga:  Provokasi Jak Mania Arip Suparman Divonis 1 Tahun

Pria tamatan SMA ini, didudukan di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Ketua Salman, untuk mendengarkan pembacaan amar putusan dari majelis hakim untuk dirinya.

Oleh hakim, ia akhirnya dikenakan pasal 45 – A ayat 2, junto pasal 28 ayat 2 Undang Undang Nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik.

Baca Juga:  Bawa 4 Ton Daging Celeng Dituntut 18 Bulan Penjara

“Memvonis terdakwa dengan vonis pidana selama 2 tahun dan dikenakan denda sebesar Rp5 juta, dengan subsidair denda yaitu penjara selama 1 bulan,” kata Hakim, Jumat (11/10).

Vonis dari majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan pada sidang sebelumnya, yang menuntut terdakwa untuk dihukum pidana penjara selama 3 tahun.

Ulah terdakwa ini bermula saat bulan Mei 2019 lalu, yang mengunggah kata kata ujaran kebencian dengan menyebut kata – kata rezim revolusi mental komunis dan selanjutnya sekitar bulan Juni 2019, di laman media sosial pribadinya kembali ia unggah kata – kata mengandung hinaan yang diduga ditujukan terhadap pemimpin NKRI.(TN)

PN Tanjung Karang Tanjungkarang Timur Ujaran Kebencian

Posting Terkait