Sekdin Perdagangan OKI Diduga Ancam Tusuk dan Santet Wartawan

Fajar Sumatera.co.id.OKI
Oknum Seketaris Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berinisial Lg diduga bersikap arogan bahkan mengancam akan menusuk dan menyantet wartawan Persepsi.co.id saat konfirmasi terkait proyek pengadaan mobil dinas dikantor Dinas Perdagangan OKI, Kamis (21/10/2021).

Terkait ancaman tersebut, kepada para wartawan yang bertugas di OKI, Abdullah menceritakan kejadian pengancaman oleh Oknum Sekretaris Dinas Perdagangan OKI berinisial ) Lg).

“Pada hari Kamis (21/10/21) sekira Pukul 10.50 Wib, bermula saya menghubungi Kepala Dinas Perdagangan Drs. H. Alamsyah, M.Si guna konfirmasi melalui via WhatsApp dan saya disarankan untuk menemui Kabid Perdagangan dalam hal ini Awie.

“Dan saat saya menyampaikan tujuan konfirmasi kepada Kabid Perdagangan Awie, saya pun diarahkan langsung untuk menemui PPTK pengadaan kendaraan tersebut yang di pegang oleh seketariat, terang Abdullah.

Selanjutnya saya pun menemui seketariat perdagangan inisial Lg.

Alih-alih mendapat jawaban atas apa yang dikonfirmasikan, tiba-tiba Seketariat Dinas Perdagangan langsung mengebrak meja dengan sangat kuat seraya berdiri dan hendak memukul saya dan mengancam ingin menusuk dan menyantet saya, ungkapnya.

“Seandainya jabatan saya hanya sebagai Staf sudah ku tusuk kau, sambil mengacungkan telunjuk kepada saya, sembari mengucapkan ancaman lainnya
“Ku SANTET kau, terang Abdulah menirukan kata-kata Oknum Sekdin Perdagangan OKI (Lg) kepadanya.

Terkait hal tersebut, awak media pun hendak mengkonfirmasi Sekdin Perdagangan OKI (Lg), namun belum dapat ditemui.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Drs. H. Alamsyah, M.Si saat di konfirmasi wartawan sikap bawahanya melalui via WhatsApp atas sikap bawahannya (Sekdinper OKI) mengatakan,

“Saya selaku kepala dinas dan pimpinan di Dinas Perdagangan meminta maaf atas perilaku staf saya dan saya sudah menegur yang bersangkutan untuk tidak mengulangi lagi sikap seperti itu, terima kasih.” ujarnya.

Masih disampaikan Kadin Perdagangan Alamsyah jika proyek tersebut belum berjalan baru tahap pengajuan.

“Untuk proyek itu sendiri baru tahap pengajuan dek, belum berjalan, “singkatnya.
(Aliaman/Tim)

Posting Terkait