Semangat Parosil Wujudkan Lambar Kabupaten Literasi

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mencanangkan Lambar Kabupaten Literasi. (IST)

BUPATI Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus selalu antusias diajak membicarakan literasi. Sebagai sarjana pendidikan dari FKIP Universitas Lampung dan Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Lambar, ia mengerti benar urgensi literasi bagi kemajuan masyarakat dan daerahnya.
Dalam berbagai kesempatan, Parosil bersama wakilnya, Mad Hasnurin dan jajaran pemerintah kabupaten (pemkab) meneriakkan, “Salam Literasi. Lambar hebat!” Kata lain, Lambar hebat dengan literasi. Bahkan di hari pertama kerjanya sebagai Bupati Lambar, ia telah mencanangkan Lambar Kabupaten Literasi.
Karena itu ia menyambut baik kerja-kerja Forum Literasi Lambar yang berupaya menerjemahkan dan mengimplementasikan apa yang menjadi cita-cita bersama masyarakat Lambar “Pendidikan hebat” ala PM “Lambar Kabupaten Literasi”.
Dalam waktu dekat forum ini akan menerbitkan buku //Sepotong Surga di Kaki Pesagi//. Menurut Parosil, buku ini merupakan wujud dari penerapan nilai-nilai Beguai Jejama dalam berliterasi di Kabupaten Lampung Barat (Lambar).
Untuk itu mempercepat proses ke arah itu, kata dia, Pemkab Lambar kini sedang menggondok Peraturan Bupati (Perbup) Literasi yang kelak menjadi panduan dalam mewujudkan hal tersebut. “Harapan saya, ke depan, dinas, legislatif, dan semua pihak terkait wajib menjadikan literasi sebagai agenda kerja. Dan kami memulai hal tersebut dengan pencanangan Lambar kabupaten literasi dan menjadikan donasi buku sebagai agenda rutin Bupati beserta jajaran,” ujar Ketua PDIP Lambar ini.
Kini, menurut pria kelahiran , Pekon Purawiwitan, Kec Sumber Jaya, Kab. Lampung Barat, 12 Maret 1974, perlahan, buah dari penerapan nilai-nilai Beguai Jejama dalam berliterasi mulai terlihat. Berkembangnya wacana dan hidupnya diskusi mengenai literasi di tatanan rakyat, munculnya berbagai macam kelembagaan literasi (komunitas, organisasi, dan lain-lain), pelaksanaan berbagai acara/kegiatan literasi , dan peresmian fasilitas atau taman baca di di sejumlah tempat menjadi bukti nyata dialektika kemajuan literasi Lampung Barat.
Parosil tidak main-main. Di awal tahun 2018, ia kembali mengalakkan gerakan Lambar membaca. Dia pun membagikan ratusan buku (tulis, bacaan umum dan kisi-kisi ujian) di sejumlah sekolahan (SMP 1 dan 2 Gedung Surian, SD Trimulyo, SMP 1 Kebun Tebu), Liwa, Lampung Barat.
“Saya serius soal ini. Lampung Barat harus jadi kabupaten Literasi.Dinas-Dinas terkait harus segera menyikapi ini,” ujar pria yang akrab disapa Pak Cik kala itu.
Menurut Parosil, 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, siswa wajib membaca bacaan umum terlebih dahulu. Selanjutnya di setiap pekan dia memprogramkan harus tersedia perpustakaan desa melalui Dana Desa.
“Membaca itu jendela dunia. Dan mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi tanggung jawab kita semua. Mohon doa dan dukungan nya agar hal ini dapat terwujud,” tegasnya.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi terhadap perkembangan Gerakan Literasi Lambar,” kata suami dari Partinia dan ayah dari tiga anak ini. (UZK)

Baca Juga:  Bupati Parosil Mabsus Bantu Warga Batu Brak dan Belalau

836 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Literasi Lambar Parosil Mabsus

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan