Senam Ritmik Borong Tiga Emas

Ilustrasi. (ist)

SEMARANG— Luar biasa, hal tersebut pantas diberikan kepada tim senam ritmik putri Lampung yang tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017 Semarang, Jawa Tengah. 
Wahyu Yolanda Putri dkk berhasil memborong tiga medali emas, satu perak dan satu perunggu pada hari terakhir perlombaan senam ritmik yang digelar di GOR Wujil, Kabupaten Ungaran, Jateng.
Medali emas pertama diraih Wahyu Yolanda Putri dari nomor individual all-round (semua alat).
Wahyu yang baru saja mengikuti SEA Games XXIX Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan total nilai tertinggi yaitu 49.010.
Medali perak diraih pesenam DKI Jakarta, Thalia Ester Mercilita dengan nilai 48.140.
Dan medali perunggu untuk pesenam Lampung, Tri Wahyuni dengan nilai 42.520.
Medali emas kedua tim artistik dipersembahkan oleh pesenam andalan Lampung yaitu Tri Wahyuni dari nomor alat Simpai setelah meraih nilai tertinggi 12.000.
Medali perak direbut pesenam asal Jawa Timur, Herlingga Pramesti dengan total nilai 10.700.
Sedangkan medali perunggu untuk pesenam Jambi, Joya Debora yang meraih total nilai 9.900.
Medali emas ketiga kembali diraih oleh Wahyu Yolanda Putri dari nomor alat Gada. Pada nomor alat Gada ini, Wahyu Yolanda Putri meraih nilai tertinggi yaitu 12.270 dan menyisihkan pesaingnya Nanda Aisyah Nur (Jawa Timur) yang menempati posisi runner-up dan berhak atas medali perak setelah mengumpulkan nilai 11.470.
Untuk medali perunggu direbut pesenam Jawa Barat, Wira Alkian Darona dengan total nilai 10.070.
Selain meraih tiga emas, Lampung juga meraih satu perak dari nomor beregu putri.
Febila Sinta Putri, Vidia Fhiarani, Wahyu Yolanda Putri dan Tri Wahyuni harus puas dengan perak setelah mengumpulkan nilai 115.730.
Medali emas sendiri diraih beregu DKI Jakarta setelah meraih nilai tertinggi yaitu 116.110 dan medali perunggu untuk beregu Jawa Barat dengan nilai 103.257.
Duet pelatih senam ritmik Lampung, Yulianti dan Rinawati menyatakan hasil yang diraih tim ritmik Lampung sudah maksimal.
Bahkan seharusnya Lampung juga berpeluang meraih medali emas dinomor beregu, sayang juri mempunyai penilaian tersendiri sehingga beregu putri Lampung harus dengan medali perak “Anak-anak tampil konsisten dan pantas untuk menjadi juara.
Bahkan kalau juri lebih obyektif, beregu seharusnya juga meraih medali emas, tapi apa mau dikata semua keputusan ada ditangan juri.
Inilah hasil yang dapat disumbangkan tim senam ritmik di Popnas,” ujar Yulianti yang diamini Rinawati seusai perlombaan. (*)     

Senam ritmik

Posting Terkait