Senen Mustaqim Beri Saksi dalam Kasus Korupsi yang Libatkan PT Topcars Indonesia

Senen Mustakim memegang mic sekaligus kertas saat diperiksa di ruang Garuda pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Foto: Tinus Ristanto

Fajarsumatera.co.id – Jaksa sebagai penuntut umum menghadirkan 10 orang saksi ke ruang sidang pada Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Jumat, 8 Januari 2020.

Untuk memulai pemeriksaan, jaksa memulainya dengan meminta keterangan kepada 3 orang saksi.

Baca Juga:  Menerka-nerka Tersangka Lain di Kasus PT Topcars Indonesia, Siapa Gerangan yang Dimaksud Ahmad Handoko?

Di antaranya, mantan Kepala BP2KAD Lampung Timur yang sekarang menjabat sebagai Kepala BPSDM Lampung atas nama Senen Mustakim.

Setelahnya seorang kepala seksi pada BP2KAD Lampung Timur Annys Fansori, yang juga bertugas sebagai PPTK atas pengadaan kendaraan dinas yang diadakan BP2KAD pada Tahun Anggaran 2016. Annys Fansori adalah eks anak buah Senen Mustakim.

Baca Juga:  Mengapa Jaksa Yakin PT Topcars Indonesia Sengaja Dimenangkan & Perusahaan Mana Saja yang Ikut Lelang?

Selanjutnya seorang ASN dari Pemda Lampung Utara bernama Suma Wibawa. Ia dulunya adalah eks Kasubag Umum Pemda Lampung Utara, kini menjadi Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara.

Pantauan di ruang sidang, saat bersaksi Senen Mustakim terlihat sembari memegang kertas. Kertas ini sesekali dibaca oleh Senen Mustakim.

Baca Juga:  Asbabun Nuzul Penghadiran I Nyoman Wara, Eks Capim KPK yang Juga Auditor BPK ke Sidang Korupsi PT Topcars Indonesia

Sekilas Senen Mustakim ingin menghapal sesuatu yang diduga punya kaitan dengan kesaksiannya di persidangan.

Selain kertas, Senen Mustakim juga meletakkan sebuah map di bawah kakinya, yang dijadikan sebagai wadah dari kertas tadi.

Senen Mustakim juga membawa satu botol air mineral yang sesekali diteguknya di hadapan majelis hakim ketika ia sedang tidak memberikan kesaksian.

Melihat Gaya Para Saksi di Persidangan Kasus Korupsi yang Libatkan PT Topcars Indonesia

Sesekali Senen Mustakim mengarahkan tatapannya ke kertas yang dipegangnya. Di hadapannya juga diletakkan sebuah map dan air mineral yang diteguknya di hadapan hakim. Foto: Ricardo Hutabarat.

Ketiga saksi ini diperiksa untuk 2 orang terdakwa, yakni Aditya Karjanto seorang Direktur PT Topcars Indonesia; dan Dadan Darmansyah seorang ketua pokja ketika pengadaan kendaraan dinas pada BP2KAD.

Di kasus ini sebenarnya ada 3 orang yang menjadi terdakwa. 2 orang terdakwa tadi disidang oleh majelis hakim yang berbeda dengan 1 orang terdakwa lainnya.

1 terdakwa lainnya itu bernama Suherni. Ia didakwa dan disidangkan oleh hakim yang dipimpin Siti Insirah. Di dalam ruang sidang ketika Senen Mustakim dan kawan-kawan diperiksa, Suherni turut hadir.

Suherni mengenakan kemeja putih duduk di kursi paling belakang. Di sana ia terlihat duduk sambil mendengarkan keterangan-keterangan para saksi. Baik Suherni atau Aditya Karjanto menunjuk kuasa hukum dari Kantor Sopian Sitepu & Partners.

Suherni dalam beberapa kali proses persidangan, memang terlihat tidak langsung pulang meski sidangnya sudah selesai. Kendati ia tidak ditahan.

Saat ditanya apa yang menjadi alasannya masih berada di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, ia mengatakan akan pulang bersama-sama dengan kuasa hukumnya.

Melihat Gaya Para Saksi di Persidangan Kasus Korupsi yang Libatkan PT Topcars Indonesia

Seorang terdakwa lainnya di kasus ini menonton proses sidang yang beririsan dengan dirinya di ruang Garuda pada Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, 8 Januari 2021. Mengenakan kemeja putih, namanya Suherni. Foto: Tinus Ristanto.

10 orang saksi yang diperiksa pada 8 Januari 2021 di persidangan terdakwa Aditya Karjanto dan Dadan Darmansyah ini juga sudah menjalani pemeriksaan di hari yang sama ketika Suherni duduk sebagai terdakwa.

Untuk diketahui, ketiga terdakwa ini tidak ditahan di tahapan persidangan maupun ketika di tahap penyidikan.

Reporter: Ricardo Hutabarat

PT Topcars Indonesia Senen Mustaqim

Posting Terkait