Sentra Gakkumdu Dalami Video Dugaan Money Politic LP Rajabasa

BANDAR LAMPUNG – PANITIA Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandar Lampung bersama Sentra Gakkumdu akan mendalami permasalahan terkait beredarnya video berdurasi 21 detik di media sosial yang diindikasi adanya politik uang di Lapas Rajabasa, Bandar Lampung pada Selasa (26/6).

Pihaknya bersama Tim Gakkumdu dan Tim Satgas Anti Politik Uang Polda Lampung meminta keterangan dari ketiga warga binaan berinisial S, A dan M yang menerima uang sekitar Rp250 ribu dari warga binaan yang tertarik dengan Paslon Nomor Urut 3 (tiga).

“Ketiga warga binaan ini telah mengakui bahwa terkait beredarnya video itu yang berlokasi di Lapas Rajabasa. Kami jug mengindikasi pemberian uang itu untuk mengarahkan sesama warga binaan agar memilih salah satu pasangan Calon Gubernur – Wakil Gubernur di Pilgub 2018.” jelas Candra, Ketua Panwaslu Kota Bandar Lampung yang juga sekaligus Koordiv Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga.

Baca Juga:  Mantan Napi Beberkan Praktik Esek-Esek Lapas Rajabasa

Oleh karena itu, hari ini, Selasa (26/6) pihaknya bersama Gakkumdu akan membahas permasalahan ini, apakah akan diregistrasi atau masih membutuhkan bukti tambahan lainnya.

”Hari ini kita akan rapat di Gakkumdu,” tambahnya.

Di lain sisi, menurut Koordiv Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Bandar Lampung, Yahnu Wiguno Sanyoto terkait sanksi jika berdasarkan Pasal 187 A UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menyatakan pada ayat satu bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu akan dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah).

Baca Juga:  Kids Jaman Now Korban Sinetron Mencurahkan Isi Hati Ampela

“Jadi pemberi dan penerima bisa dikenakan sanksi tersebut. Sesuai bunyi Pasal 187 A UU Nomor 10 Tahun 2016,” tambah Yahnu.

Sementara Kalapas Rajabasa, Sujonggo mengakui bahwa video yang beredar di media sosial itu berlokasi di Lapas Rajabasa.

”Ini sedang dalam pemeriksaan Bawaslu. Jadi Bawaslu yang memberikan keterangan apakah pemberian uang itu dari pihak luar atau sesama warga binaan. Kalau dari warga binaan memang duitnya darimana, kan di dalam gak ada pabrik duit,” singkatnya. (TM)

1,283 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Lapas Rajabasa Money Politic Sentra Gakkumdu

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan